PAPUA — Shopee menempati posisi puncak aplikasi belanja online yang paling sering digunakan di Indonesia dengan 53% responden, berdasarkan survei Snapcart bertajuk Online and Offline Grocery Shopping Continue to Coexist Among Indonesian Consumers. Survei yang melibatkan 999 responden pada 27 Februari–2 Maret 2026 ini menempatkan Alfagift di posisi kedua (21%) dan TikTok Shop ketiga (19%). Hasil ini memperlihatkan lanskap belanja daring nasional yang makin terfragmentasi, dengan platform grocery dan ritel modern mulai menggerus dominasi marketplace umum.
Snapcart merilis hasil survei yang memetakan preferensi belanja online masyarakat Indonesia selama tiga bulan terakhir. Dari 530 responden yang disurvei khusus untuk kategori belanja kebutuhan sehari-hari, Shopee keluar sebagai platform yang paling sering digunakan.
Peringkat Lengkap Aplikasi Belanja Online 2026
Shopee memimpin dengan 53% suara, disusul Alfagift milik Alfamart di posisi kedua dengan 21%. TikTok Shop menempel ketat di peringkat ketiga dengan 19%, sementara Klik Indomaret hanya terpaut 1 poin di bawahnya dengan 18%.
Di luar lima besar, sejumlah platform grocery dan layanan antar makanan melengkapi daftar. ASTRO meraih 12%, GrabMart (Kilat) 11%, allofresh 9%, lalu Segari dan gomart masing-masing 7%.
Mengapa Shopee Masih Dominan
Kepopuleran Shopee tidak lepas dari strategi pemasaran yang agresif. Program gratis ongkir dan promo pada tanggal-tanggal tertentu menjadi magnet utama bagi konsumen.
Fitur live shopping yang terintegrasi di aplikasi juga memperkuat posisi Shopee. Konsumen bisa berinteraksi langsung dengan penjual sebelum memutuskan pembelian, sebuah pendekatan yang terbukti efektif mendorong konversi.
Pergeseran ke Belanja Grocery Daring
Tren belanja online di Indonesia bergeser ke arah kebutuhan sehari-hari. Belanja bahan makanan secara daring dinilai menghemat waktu dan tenaga, sekaligus memudahkan konsumen membandingkan harga antar toko.
Harga yang kompetitif plus berbagai diskon menjadi daya tarik tambahan. Hampir semua jenis produk kebutuhan rumah tangga kini tersedia di platform online, termasuk grocery yang biasanya memakan waktu lama jika dibeli langsung.
Metodologi Survei Snapcart
Survei Snapcart melibatkan 999 responden dengan komposisi 77% perempuan dan 23% laki-laki. Pengambilan data berlangsung pada 27 Februari–2 Maret 2026.
Untuk daftar platform belanja kebutuhan sehari-hari, Snapcart menyaring 530 responden. Kelompok usia responden berkisar dari bawah 17 tahun hingga di atas 45 tahun, dengan mayoritas berusia 25–35 tahun.
Implikasi untuk Pelaku Bisnis Digital
Fragmentasi pasar belanja online Indonesia terlihat jelas dari data ini. Marketplace umum seperti Shopee dan TikTok Shop bersaing ketat dengan platform grocery khusus dan layanan ritel modern seperti Alfagift dan Klik Indomaret.
Bagi pelaku UMKM dan brand, hasil survei ini menegaskan pentingnya kehadiran multi-platform. Konsumen tidak lagi setia pada satu aplikasi saja, terutama untuk kategori grocery yang makin matang ekosistemnya.