Pencarian

RPN Latih 126 Pekebun Simalungun, Bidik Produktivitas Sawit Naik

Minggu, 20 September 2026 • 13:07:31 WIB
RPN Latih 126 Pekebun Simalungun, Bidik Produktivitas Sawit Naik

PAPUAPT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) melalui Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) melatih 126 pekebun asal Simalungun, Sumatera Utara, pada 13–19 September 2026 untuk mendorong penerapan teknologi hasil riset di kebun rakyat. Pelatihan Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit (SDMP) 2026 ini menyasar persoalan klasik sawit rakyat: produktivitas rendah karena teknologi belum sampai ke petani. Bagi pekebun, peningkatan hasil kebun berarti pendapatan yang lebih stabil di tengah fluktuasi harga tandan buah segar.

Pelatihan ini menjadi jembatan antara hasil penelitian dan persoalan nyata yang dihadapi pekebun di lapangan. Selama sepekan, peserta mendapat materi soal pemupukan, pemeliharaan tanaman, pengendalian gulma dan organisme pengganggu tanaman, hingga teknik pemanenan yang sesuai kondisi kebun masing-masing.

Teknologi Harus Sampai ke Kebun, Bukan Berhenti di Sertifikat

Manager Urusan Pelayanan Jasa Konsultasi PPKS–RPN Agus Eko Prasetyo menegaskan, peningkatan produktivitas sawit rakyat tidak cukup hanya dengan menambah pengetahuan. Teknologi hasil riset mesti benar-benar diterapkan di kebun.

"Manfaatkan kesempatan ini untuk bertanya dan berdiskusi. Bapak, Ibu punya segudang pengalaman di daerah masing-masing. Kalau pengalaman itu diintegrasikan dengan kepakaran, pengetahuan dan informasi dari para narasumber, mudah-mudahan bisa menjadi solusi untuk meningkatkan produktivitas di kebun masing-masing," kata Agus dalam keterangan pers, Sabtu (19/9/2026).

Menurut Agus, keberhasilan transfer teknologi tidak diukur dari pemahaman peserta terhadap materi atau kepemilikan sertifikat semata. Ukuran sebenarnya adalah perubahan yang terjadi di kebun setelah pelatihan selesai.

"Teknologi-teknologi kita bagaimana bisa terimplementasi dan teraplikasikan dengan baik, khususnya sampai kepada para petani," ujarnya.

Mengapa Sawit Rakyat Butuh Pendampingan Teknis

Perkebunan kelapa sawit rakyat selama ini menghadapi kesenjangan produktivitas dibanding perkebunan besar. Salah satu penyebabnya adalah akses terbatas terhadap teknologi budidaya, benih unggul, dan pendampingan teknis yang berkelanjutan.

Pelatihan SDMP 2026 mencoba menutup celah itu dengan mempertemukan kepakaran peneliti PPKS dengan pengalaman lapangan para pekebun. Materi disusun agar bisa langsung diaplikasikan, bukan sekadar teori di ruang kelas.

Bagi 126 peserta asal Simalungun, hasil pelatihan ini diharapkan berimbas pada naiknya produksi tandan buah segar per hektare. Dampak lanjutannya adalah pendapatan rumah tangga pekebun yang lebih stabil, terutama ketika harga sawit berfluktuasi.

Peran BPDP dan Ditjenbun dalam Program SDMP

Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit (SDMP) merupakan salah satu program yang dibiayai dana sawit yang dikelola BPDP. Program ini menyasar peningkatan kapasitas pekebun rakyat di berbagai daerah sentra sawit, termasuk Sumatera Utara.

Keterlibatan Ditjenbun memastikan pelatihan selaras dengan kebijakan pengembangan perkebunan nasional, khususnya upaya mendorong peremajaan dan intensifikasi kebun rakyat. Kolaborasi antara lembaga riset, regulator, dan pengelola dana menjadi kunci agar program tidak berhenti di seremonial.

RPN sendiri merupakan bagian dari holding perkebunan negara yang menaungi sejumlah pusat penelitian, termasuk PPKS. Posisi ini membuat RPN punya mandat ganda: menghasilkan riset dan memastikan hasilnya sampai ke pelaku usaha tani di lapangan.

Keberhasilan pelatihan semacam ini akan terlihat dalam beberapa musim tanam ke depan. Jika pekebun Simalungun mampu menerapkan teknik pemupukan dan pemeliharaan yang direkomendasikan, produktivitas kebun rakyat bisa mengejar standar kebun komersial — sesuatu yang selama ini menjadi pekerjaan rumah sektor sawit nasional.

Follow jayapuraonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ekbis.sindonews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks