SARMI — Diskusi bertema ketahanan pangan berbasis lumbung desa itu berlangsung mulai pukul 09.30 WIT. Cawem menilai momentum Hari Tani Nasional tepat untuk menegaskan pentingnya persatuan warga di tengah perbedaan pandangan soal program pemerintah.
Ia meminta seluruh masyarakat, tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuda, dan organisasi kemasyarakatan bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah Kabupaten Sarmi.
Mengapa Penolakan MBG Diminta Tidak Digerakkan
Cawem secara khusus mengimbau agar tidak ada pihak yang menjadi penggerak penolakan yang dapat menimbulkan keresahan atau mengganggu jalannya program tersebut.
"Saya mengimbau kepada masyarakat maupun organisasi lainnya agar tidak menjadi penggerak kegiatan penolakan yang dapat menimbulkan keresahan, mengganggu aktivitas masyarakat maupun menghambat pelaksanaan program yang ditujukan bagi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok penerima manfaat," ujarnya.
Menurut Cawem, penyampaian aspirasi tetap merupakan hak masyarakat. Namun ia menegaskan aspirasi harus disampaikan secara damai, tertib, dan bertanggung jawab, tanpa disertai tindakan provokatif.
"Penyampaian aspirasi merupakan hak masyarakat, namun harus dilakukan secara damai, tertib dan bertanggung jawab serta tidak disertai tindakan provokatif," katanya.
Kendala MBG Diminta Disampaikan Lewat Dialog
Jika terdapat kekurangan atau kendala dalam pelaksanaan MBG, Cawem berharap masyarakat menyampaikannya melalui mekanisme dialog dan komunikasi yang sesuai. Masukan itu, menurutnya, dapat menjadi bahan evaluasi pihak terkait.
Ia juga mengajak para Kepala Suku, Ondoafi, tokoh agama, dan tokoh pemuda memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, terutama yang beredar di media sosial.
"Kita harus bersama-sama menjaga agar perbedaan pandangan mengenai suatu program tidak berkembang menjadi konflik sosial. Kepentingan anak-anak dan masyarakat harus menjadi perhatian bersama," ujarnya.
Ajakan Jaga Kamtibmas demi Pertanian dan Pendidikan
Melalui momentum Hari Tani Nasional, Cawem mengajak masyarakat memperkuat semangat persatuan, gotong royong, dan kepedulian terhadap kebutuhan bersama.
Keamanan dan ketertiban yang terjaga, menurutnya, akan memberi ruang bagi masyarakat menjalankan aktivitas pertanian, ekonomi, pendidikan, dan pembangunan dengan baik.
"Saya mengajak seluruh masyarakat dan organisasi di Kabupaten Sarmi untuk tidak melakukan tindakan provokatif atau menjadi penggerak penolakan yang berpotensi mengganggu Kamtibmas. Mari menyampaikan setiap aspirasi secara damai, tertib dan bertanggung jawab demi kepentingan masyarakat dan masa depan generasi Papua," pungkasnya.