Pencarian

Tim Ekspedisi Patriot UGM Bersama Warga dan Aparat Padamkan Karhutla di Elikobel Merauke

Selasa, 22 September 2026 • 08:01:01 WIB
Tim Ekspedisi Patriot UGM Bersama Warga dan Aparat Padamkan Karhutla di Elikobel Merauke
Warga dan aparat bergotong royong memadamkan kebakaran lahan di kawasan transmigrasi Muting, Elikobel, Merauke.

MERAUKEKebakaran hutan dan lahan yang mengancam kawasan transmigrasi Muting, Kampung Bupul Indah, Distrik Elikobel, berhasil diredam lewat kerja sama lintas sektor. Vegetasi sabana yang kering akibat cuaca panas dan keterbatasan sumber air membuat api sulit dipadamkan dengan peralatan seadanya.

Titik api berada sekitar 100 meter dari posko Tim Ekspedisi Patriot UGM. Sejak malam sebelumnya, warga sudah bersiap mengamankan harta benda mereka.

Api Berkobar 30 Jam di Sabana Kering

Api mulai berkobar Rabu (16/9/2026) pukul 10.00 WIT. Petugas baru bisa mengendalikan sepenuhnya pada Kamis (17/9/2026) pukul 16.00 WIT.

Kondisi medan memperberat upaya pemadaman. Sabana kering mudah terbakar, sementara sumber air untuk mesin pompa terbatas.

Koordinator Lapangan Tim Ekspedisi Patriot UGM, Alfi Lubis, menjelaskan bahwa titik api berada sangat dekat dengan pemukiman warga.

"Titik api berada sangat dekat dengan pemukiman warga, hanya sekitar 100 meter dari posko tim," kata Alfi.

Mesin Air Perusahaan Dikerahkan ke Lokasi

Dengan peralatan sederhana yang tersedia, tim menilai perlu langkah lebih luas. Tim menjalin koordinasi dengan Kapolres Merauke.

Kapolres kemudian menghubungkan pihak perusahaan untuk mendukung pemadaman menggunakan mesin air. PT IJS ikut mengerahkan dukungan peralatan tersebut.

Kolaborasi perguruan tinggi, kepolisian, perusahaan, dan masyarakat menjadi kunci penanganan bencana di wilayah pelosok itu.

Merauke Rawan Kekeringan, Warga Diminta Siaga

Langkah cepat dan terkoordinasi diharapkan menekan potensi perluasan kebakaran di Merauke yang rawan terancam kekeringan.

Kehadiran tim UGM dinilai bukan sekadar membantu memadamkan api. Tim juga menjalankan pengabdian ilmu pengetahuan dan kepedulian kampus terhadap keselamatan masyarakat di pelosok negeri.

Pengalaman ini menjadi pelajaran soal kesiapsiagaan, komunikasi terbuka, dan gotong royong antarunsur dalam menghadapi bencana alam sebelum kerusakan meluas.

Follow jayapuraonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: papuanewsonline.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks