JAKARTA — Ketua Panitia IMAPA Cup III, Marthinus Yambeyabdi, meminta seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas selama dua hari pertandingan berlangsung. Ajang ini mempertemukan perwakilan koordinator wilayah dan paguyuban mahasiswa dari kabupaten-kabupaten se-Tanah Papua yang menempuh pendidikan di Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi.
Pembukaan turnamen dilakukan Yan Permenas Mandenas pada pukul 11.30 WIB. Anggota Komisi XIII DPR RI itu hadir sekaligus sebagai salah satu pendukung penyelenggaraan kegiatan bersama PT Freeport Indonesia.
29 Tim Berlaga, 20 Putra dan 9 Putri
Jumlah peserta IMAPA Cup III tahun ini mencapai 29 tim. Rinciannya, 20 tim putra dan 9 tim putri yang mewakili berbagai koordinator wilayah serta paguyuban mahasiswa di bawah naungan IMAPA se-Jabodetabek.
Turnamen digelar dua hari, Sabtu dan Minggu, 19-20 September 2026, di lapangan Futsal Halim dan Badminton. Format piala bergilir membuat setiap kontingen bersaing memperebutkan trofi yang dipertandingkan antar-korwil.
Empat Tujuan di Balik Turnamen
Panitia menyebut ada empat sasaran utama penyelenggaraan IMAPA Cup III. Turnamen ini bertujuan mempererat hubungan kekeluargaan mahasiswa Papua di tanah rantau, mengembangkan minat dan bakat di bidang olahraga, memperkuat solidaritas antar-Koordinator Wilayah, serta membangun semangat persatuan melalui kegiatan olahraga yang positif dan kompetitif.
Marthinus menegaskan harapannya agar pertandingan berjalan dengan semangat kebersamaan. "Kami berharap seluruh peserta dapat bertanding dengan semangat persaudaraan, menjunjung tinggi sportivitas, serta memberikan permainan terbaik sebagai perwakilan korwil masing-masing," ujar Marthinus.
Antusiasme Korwil Jadi Sorotan
Ketua IMAPA Jakarta, Semifon Kambue, menyampaikan apresiasi atas tingginya antusiasme peserta dari berbagai Korwil. Menurutnya, kegiatan ini telah menjadi salah satu event olahraga mahasiswa Papua yang bergengsi di Jakarta.
"Saya sangat terkesan dengan antusiasme Korwil-Korwil di bawah naungan IMAPA se-Jabodetabek yang turut meramaikan dan berpartisipasi dalam penyelenggaraan Turnamen Futsal Piala Bergilir IMAPA Cup III Tahun 2026. Kegiatan ini telah menjadi salah satu event olahraga mahasiswa Papua yang bergengsi di Jakarta dan menjadi sarana untuk mempererat persatuan mahasiswa Papua dari berbagai daerah di Tanah Papua," kata Semifon.
Semifon menyebut IMAPA Cup III menjadi momentum menjaga persatuan, kekompakan, kebersamaan, dan rasa kekeluargaan mahasiswa Papua di perantauan. Nilai-nilai itu, katanya, sejalan dengan semangat pendirian organisasi.
Dukungan Freeport dan Komitmen Pembinaan Atlet
Yan Permenas Mandenas menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan minat dan bakat mahasiswa Papua di bidang olahraga. Menurutnya, kegiatan semacam ini berpotensi melahirkan bibit atlet berkualitas yang mampu melangkah ke jenjang lebih tinggi hingga tingkat profesional.
"Kami mendukung penuh mahasiswa Papua agar terus mengembangkan potensi dan bakat olahraga yang dimiliki. Melalui kegiatan seperti ini diharapkan lahir bibit-bibit atlet berkualitas yang mampu melangkah ke jenjang yang lebih tinggi hingga tingkat profesional," ujarnya.
Dukungan serupa disampaikan Arland Suruan dari External Corporate Communication PT Freeport Indonesia. Ia menyebut IMAPA Cup 2026 sebagai bentuk kepedulian sosial perusahaan terhadap masyarakat Papua, khususnya mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di Jabodetabek.
"Turnamen IMAPA Cup 2026 diharapkan tidak hanya menjadi wadah pemersatu dan motivasi bagi mahasiswa Papua, tetapi juga menjadi ruang penyaluran bakat serta semangat untuk terus berprestasi di bidang olahraga," ungkap Arland.
Harapan Hingga Penutupan
Panitia berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, aman, dan sukses hingga penutupan. Apresiasi disampaikan kepada PT Freeport Indonesia, Yan Permenas Mandenas, seluruh peserta, panitia, serta pihak-pihak yang mendukung terselenggaranya turnamen.
Bagi mahasiswa Papua di Jabodetabek, IMAPA Cup bukan sekadar kompetisi tahunan. Ajang ini menjadi ruang bertemu lintas kabupaten asal, sekaligus panggung pembuktian bakat di luar kampung halaman.