Pencarian

Bahlil Tawarkan PLTA Mamberamo 23 GW dan Kayan 12 GW untuk Data Center

Kamis, 24 September 2026 • 10:37:01 WIB
Bahlil Tawarkan PLTA Mamberamo 23 GW dan Kayan 12 GW untuk Data Center
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia membuka Electricity Connect 2026 di ICE BSD, Tangerang, Selasa (22/9).

PAPUA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menawarkan potensi PLTA Sungai Mamberamo di Papua sekitar 23 gigawatt dan Sungai Kayan di Kalimantan sekitar 12 GW sebagai daya tarik investasi pusat data. Tawaran itu disampaikan saat membuka Electricity Connect 2026 di ICE BSD, Tangerang, Selasa (22/9). Pemerintah menargetkan tambahan kapasitas pembangkit 69,5 GW dalam RUPTL 2025-2034 dengan 70 persen bersumber dari energi baru terbarukan.

Bahlil menilai tekanan energi yang mulai dialami sejumlah negara menjadi celah bagi Indonesia untuk masuk sebagai tujuan investasi digital. Kebutuhan listrik untuk pusat data terus melonjak, sementara pasokan energi baru terbarukan di banyak negara belum siap mengimbanginya.

"Kita tahu bahwa di beberapa negara sekarang kebutuhan terhadap energi sudah mulai ngos-ngosan, apalagi energi baru terbarukan. Data center, wah, ini banyak sekali. Bapak-Ibu semua, tidak perlu ragu para investor kalau membangun data center di Indonesia," ujar Bahlil dalam sambutannya.

Dua Sungai Besar Jadi Andalan Pasokan Listrik Hijau

Indonesia memiliki wilayah kepulauan dengan lebih dari 17 ribu pulau dan sumber energi beragam, mulai dari tenaga surya, air, panas bumi, hingga angin. Dari daftar itu, Bahlil menyoroti dua lokasi PLTA berskala besar yang bisa dimanfaatkan untuk industri padat energi.

"Ada yang membangun di Kalimantan, ada yang membangun di Sumatera. Kalau ada yang mau air, PLTA di Papua, Sungai Mamberamo itu potensinya 23 gigawatt. Kalau di Kalimantan, di Kayan, kurang lebih sekitar 12 gigawatt. Banyak sekali," katanya.

Dua proyek itu disebut Bahlil sebagai jawaban atas tuntutan pasar pusat data global yang kian menuntut pasokan listrik bersih. Operator data center besar biasanya menetapkan syarat penggunaan energi hijau untuk memenuhi komitmen emisi perusahaan mereka.

RUPTL 2025-2034 dan Program PLTS 100 GW

Pemerintah menyiapkan kerangka pasokan lewat RUPTL 2025-2034 yang menargetkan tambahan pembangkit 69,5 GW. Sebanyak 70 persen di antaranya berasal dari energi baru terbarukan. Ada pula program PLTS 100 GW yang ditargetkan rampung dalam tiga tahun.

"Ini bukan hanya tema, langsung dibuat program konkret," tegas Bahlil.

Komitmen net zero emission pada 2050-2060 menjadi payung dari sejumlah program tersebut. Arah kebijakan ini sekaligus menjawab kekhawatiran investor soal kejelasan pasokan listrik jangka panjang jika menanamkan modal di sektor pusat data.

Ekonomi Tumbuh di Atas 5 Persen Jadi Penopang

Selain sisi energi, pemerintah menyoroti stabilitas ekonomi sebagai faktor pendukung. Bahlil menyebut ekonomi Indonesia pada kuartal kedua tetap tumbuh di atas 5 persen dengan inflasi sekitar 3 persen di tengah ketidakpastian geopolitik.

Dengan populasi hampir 300 juta jiwa, kebutuhan energi dan layanan digital Indonesia diproyeksikan terus berkembang. Kombinasi pasar domestik besar dan pasokan energi terbarukan menjadi nilai jual yang ditawarkan ke delegasi asing yang hadir di forum tersebut.

Electricity Connect 2026 dihadiri ribuan delegasi, investor, pelaku usaha, dan akademisi dari dalam maupun luar negeri. Forum itu mengusung tema "Powering Regional Sovereignty, Securing Energy Systems Resilience".

Bahlil menutup sambutannya dengan ajakan langsung kepada investor. "Kalau mau investasi, ini momennya sekarang. Ini timing yang pas. Sekarang jangan tanya sumber daya alam, tapi saya tanya kepada Bapak-Ibu semua, apakah serius atau tidak untuk melakukan investasi di Indonesia?" tegasnya.

Follow jayapuraonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: infoekonomi.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks