Pencarian

Kepala Suku Modouw Bagikan 75 Paket Beras dan Bibit Cabai di Waena, Ajak Warga Hidupkan Lumbung Kampung

Kamis, 24 September 2026 • 13:01:01 WIB
Kepala Suku Modouw Bagikan 75 Paket Beras dan Bibit Cabai di Waena, Ajak Warga Hidupkan Lumbung Kampung
Kepala Suku Modouw menyerahkan bantuan secara simbolis kepada warga di Kawasan Expo Waena, Kota Jayapura.

JAYAPURA — Korneles Gustav Modouw menyebut tanah, hutan, air, dan hasil bumi sebagai sumber kehidupan masyarakat Papua yang perlu dijaga bersama. Penegasan itu disampaikannya saat memimpin bakti sosial di kediamannya, Kawasan Expo Waena, Kota Jayapura.

Kegiatan tersebut digelar bertepatan dengan peringatan Hari Tani Nasional. Sebanyak 75 paket bantuan beras dan bibit cabai diserahkan langsung kepada warga, yang sebagian besar merupakan mama-mama Papua.

Tanah sebagai Warisan Leluhur, Bukan Sekadar Tempat Berpijak

Dalam sambutannya, Korneles menekankan bahwa tanah memiliki makna mendalam bagi masyarakat adat Papua. Menurutnya, tanah bukan hanya ruang hidup, melainkan amanah yang harus diteruskan ke generasi berikutnya.

"Pada momentum yang baik ini, kita kembali mengingat bahwa tanah, hutan, air, dan hasil bumi adalah sumber kehidupan masyarakat Papua," kata Korneles.

Tokoh adat itu menambahkan, "Tanah bukan sekadar tempat berpijak, tetapi warisan leluhur yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya."

Bibit Cabai Dinilai Awal Kemandirian Pangan Kampung

Pemberian bibit cabai disebut Korneles sebagai langkah nyata menghidupkan kembali kebun-kebun kampung. Ia menilai bantuan itu bukan sekadar barang, melainkan titik awal proses bercocok tanam yang berkelanjutan.

"Bibit yang diberikan bukan sekadar bantuan, tetapi menjadi awal untuk menanam, merawat, memanen, dan mengembangkan pangan secara mandiri di lingkungan masyarakat," ujarnya.

Menurut Korneles, pengembangan kebun dan pangan lokal menjadi salah satu cara memperkuat ketersediaan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga. Ia menyebut sagu, keladi, ubi, pisang, sayuran, lombok, dan ikan sebagai komoditas yang bisa dikembangkan tiap kampung.

"Melalui kebun dan pengembangan pangan lokal seperti sagu, keladi, ubi, pisang, sayuran, lombok, ikan, dan hasil bumi lainnya, setiap kampung dapat memperkuat ketersediaan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.

Masyarakat Adat Diminta Jadi Penggerak Utama

Korneles menegaskan bahwa masyarakat adat harus mengambil peran utama dalam membangun lumbung kampung. Pengetahuan leluhur soal tanah, musim, tanaman, hutan, dan sumber air perlu dipadukan dengan teknologi terkini.

"Masyarakat adat harus menjadi penggerak utama dalam membangun lumbung kampung. Pengetahuan leluhur tentang tanah, musim, tanaman, hutan, dan sumber air perlu dijaga dan dikembangkan bersama pengetahuan serta teknologi," ujarnya.

Ia juga mendorong pelibatan generasi muda agar pertanian menjadi ruang berkarya dan berinovasi. Menurutnya, ekonomi kampung bisa tumbuh dari sektor pangan yang dikelola sendiri oleh warga.

Di akhir sambutannya, Korneles mengajak warga mulai menanam bibit untuk memanen harapan di masa depan. Ia menutup dengan seruan memperkuat pangan lokal dan menjaga alam untuk anak cucu.

"Mari kita tanam bibit hari ini untuk memanen harapan di masa depan. Mari hidupkan lumbung kampung, perkuat pangan lokal, jaga tanah dan alam, serta wariskan kehidupan yang lebih baik kepada anak cucu. Pangan yang berdaulat dimulai dari kampung yang kuat," pungkasnya.

Follow jayapuraonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: beritapapua.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks