Pencarian

Danantara Pangkas BUMN Jadi 354, Fokus Genjot Aset Mulai 2027

Selasa, 06 Oktober 2026 • 08:05:31 WIB
Danantara Pangkas BUMN Jadi 354, Fokus Genjot Aset Mulai 2027
Kepala BPI Danantara Rosan Roeslani menyampaikan rencana optimalisasi aset BUMN mulai awal 2027 seusai rapat di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (5/10).

PAPUA — Danantara menyiapkan langkah baru untuk mengoptimalkan aset BUMN mulai awal 2027, setelah jumlah perusahaan pelat merah dipangkas dari 1.074 menjadi 354. Kepala BPI Danantara Rosan Roeslani menilai besarnya aset BUMN belum sebanding dengan pendapatan dan arus kas yang dihasilkan. Optimalisasi ini akan menyasar sektor jalan tol, bandara, migas, hingga pelabuhan.

Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Rosan Roeslani mengungkapkan bahwa pihaknya akan mendorong optimalisasi aset BUMN mulai awal 2027. Langkah ini diambil setelah program konsolidasi perusahaan pelat merah dinilai berjalan. Pemerintah juga membuka ruang kerja sama lebih luas dengan sektor swasta untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi.

Rosan menyampaikan hal tersebut seusai rapat di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 5 Oktober. Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto meminta aset-aset BUMN dioptimalkan melalui perencanaan yang terukur dan terstruktur. Sebagai sovereign wealth fund, Danantara juga dituntut menghasilkan imbal hasil yang baik.

Aset Besar, Pendapatan Belum Sebanding

Rosan menilai besarnya aset BUMN belum sepenuhnya sebanding dengan pendapatan dan arus kas yang dihasilkan. "Aset-aset BUMN juga sangat banyak. In terms of aset kita besar, tapi in terms of cash flow-nya, pendapatannya mungkin berbanding asetnya masih sangat kecil," kata Rosan.

Konsolidasi yang berjalan selama ini disebut menjadi tahap awal. Fokus selanjutnya adalah meningkatkan produktivitas aset, memperbaiki efisiensi, dan membuka peluang kerja sama dengan dunia usaha.

Sektor yang Jadi Sasaran Analisis

Tahap berikutnya akan menyasar berbagai sektor. Rosan menyebut jalan tol, bandara, minyak dan gas, hingga pelabuhan sebagai aset yang akan dianalisis.

"Kita akan analisa semua," ujarnya.

Perampingan BUMN: dari 1.074 ke 354 Perusahaan

Langkah optimalisasi berjalan bersamaan dengan perampingan BUMN. Dari 1.074 perusahaan sebelumnya, jumlahnya disebut telah berkurang menjadi 354 melalui penutupan entitas tidak aktif dan sejumlah merger.

Rosan menegaskan tahap lanjutan pada 2027 tidak lagi hanya berbicara soal jumlah perusahaan, tetapi juga seberapa produktif aset BUMN menghasilkan pendapatan dan imbal hasil.

Peluang Swasta di Sektor Non-Strategis

Keterlibatan swasta terutama terbuka pada usaha yang tidak bersifat strategis dan dinilai dapat dikelola lebih baik oleh sektor tersebut. "Kalau memang yang sudah bagus, sudah bisa dikerjakan oleh private sector, ya silakan, kita dukung," kata Rosan.

Dengan aset yang besar namun arus kas masih kecil, optimalisasi aset BUMN menjadi ujian bagi Danantara sebagai sovereign wealth fund. Keberhasilan tahap 2027 akan diukur bukan dari jumlah perusahaan yang tersisa, melainkan dari seberapa besar pendapatan dan imbal hasil yang mampu dihasilkan aset-aset tersebut.

Follow jayapuraonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: voi.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks