PAPUA — Teenage Engineering mengumumkan akan menghentikan produksi synthesizer, termasuk seri ikonik OP-1, sebagai bagian dari reorganisasi yang diumumkan CEO Jesper Kouthoofd musim gugur lalu. Keputusan ini menandai pergeseran besar bagi perusahaan asal Swedia yang selama ini dikenal lewat perangkat musik seperti OP-1 dan Pocket Operator. Langkah tersebut membuka kemungkinan Teenage Engineering beralih ke bisnis desain, meski arah pastinya belum dijelaskan secara rinci.
Kouthoofd menyampaikan rencana penghentian lini synthesizer kepada tim internalnya sejak reorganisasi musim gugur lalu. OP-1, produk yang meluncur pada 2011 dan menjadi fondasi reputasi perusahaan, tidak dikecualikan dari keputusan tersebut.
Pernyataan itu memicu reaksi kaget di kalangan karyawan. Kouthoofd mengaku mendapat pertanyaan serupa dari banyak pihak yang menilai keputusan ini bertentangan dengan identitas Teenage Engineering selama ini.
Alasan di Balik Keputusan
Dalam wawancara dengan High Snobiety, Kouthoofd menjelaskan bahwa produk fisik bukan lagi inti bisnis perusahaan. Ia menilai Teenage Engineering bisa berkembang ke arah yang lebih luas dibanding sekadar memproduksi perangkat musik.
"Everyone was like, 'What are you talking about?' But I've come to the conclusion that, for us, the products aren't the business," ujar Kouthoofd. "We can be so much more than that."
Pernyataan itu tidak menyebut secara spesifik lini bisnis apa yang akan menjadi fokus baru. Kouthoofd hanya mengisyaratkan bahwa perusahaan tengah menggarap proyek yang disebutnya berpotensi mengubah kehidupan online pengguna.
Jejak Desain di Luar Produk Sendiri
Teenage Engineering bukan nama baru di dunia desain produk. Perusahaan ini terlibat dalam pengembangan konsol genggam Playdate, perangkat AI Rabbit R1, serta pernah bekerja sama dengan produsen smartphone dan audio Nothing.
Sejumlah proyek lepas juga pernah mereka kerjakan, termasuk Mayku Multiplier pressure former, kamera Impossible, dan kolaborasi dengan IKEA. Portofolio itu menunjukkan kemampuan perusahaan di luar lini synthesizer yang selama ini jadi identitas utamanya.
Reaksi Pengguna dan Ketidakjelasan Waktu
Diskusi di forum Reddit menunjukkan kekhawatiran pengguna setia produk Teenage Engineering. Keluhan utama bukan hanya soal penghentian synthesizer, tetapi juga kaburnya jadwal pelaksanaan keputusan tersebut.
Kouthoofd menyebut sebagian proyek baru perusahaan baru akan dirilis dalam rentang lima hingga sepuluh tahun ke depan. Rentang waktu itu jauh lebih panjang dibanding siklus rilis produk yang biasa diumumkan perusahaan teknologi konsumen.
Bagi pengguna OP-1 dan lini Pocket Operator, keputusan ini berarti tidak ada jaminan kelanjutan lini produk yang sudah mereka gunakan. Belum ada keterangan resmi soal dukungan jangka panjang, pembaruan firmware, atau ketersediaan stok di pasar Indonesia maupun global.
Dampak ke Pasar Perangkat Musik
Langkah Teenage Engineering menambah daftar perusahaan yang mengubah arah bisnis dari perangkat keras ke desain dan layanan. Pasar synthesizer sendiri sudah punya pemain mapan seperti Roland, Korg, dan Moog yang tetap fokus di segmen ini.
Keputusan tersebut juga menimbulkan pertanyaan soal nilai jual kembali produk Teenage Engineering di pasar sekunder. Produk yang produksinya dihentikan biasanya mengalami kenaikan harga, terutama untuk edisi terbatas seperti OP-1.
Pembeli yang mengincar synthesizer Teenage Engineering untuk kebutuhan produksi musik sebaiknya memantau ketersediaan stok resmi sebelum lini ini benar-benar berhenti diproduksi.