PAPUA — Fulham kehilangan delapan poin dari posisi unggul musim ini, dan tekanan pada pelatih Álvaro Arbeloa memuncak menjelang laga kandang melawan Hull City. Kekalahan 2-1 dari Ipswich Town akhir pekan lalu menempatkan Fulham di dasar klasemen, memperparah kekhawatiran soal gaya main yang coba diterapkan pelatih asal Spanyol itu.
Kekalahan dari Ipswich terjadi setelah Fulham unggul lebih dulu lewat gol pembuka, sebelum Arbeloa menarik keluar Shea Charles dan memasukkan Manuel Ángel pada menit ke-70. Charles tampil solid berdampingan dengan Sander Berge, sementara Ángel yang baru berusia 22 tahun dan bertinggi 5 kaki 7 inci menjalani debut di Premier League.
Pergantian itu melemahkan lini tengah Fulham. Ipswich membalikkan keadaan menjadi 2-1, dan gol kemenangan mereka lahir dari tendangan bebas yang bertahan buruk.
Delapan Poin Melayang dari Kondisi Unggul
Masalah Fulham musim ini bukan sekadar hasil akhir. Tim asal London barat itu tercatat kehilangan delapan poin dari situasi di mana mereka sempat memimpin pertandingan.
Gol telat juga menjadi pola yang berulang. Fulham kebobolan di momen krusial saat menghadapi Sunderland, Crystal Palace, dan Manchester United. Pertahanan mereka rapuh, dengan expected goals against mencapai 10,3 dalam enam pertandingan.
Lini belakang Fulham tampil terbuka lebar di laga pembuka, kalah 3-2 dari Chelsea dalam pertandingan yang berjalan liar. Joachim Andersen, bek tengah berpengalaman asal Denmark, kehilangan tempat di starting XI karena dinilai tidak cocok dengan garis pertahanan tinggi yang diterapkan Arbeloa.
Warisan Marco Silva yang Sulit Ditiru
Perbandingan dengan Marco Silva sulit dihindari. Silva meninggalkan Fulham musim panas lalu untuk bergabung dengan Benfica, setelah menilai tak ada lagi yang bisa dicapai di Craven Cottage.
Di bawah Silva, pemain pengganti Fulham terlibat dalam kontribusi gol tertinggi keempat di Premier League musim lalu, dan terbanyak pada musim 2024-25. Fulham saat itu dikenal mampu bertahan dan menyelamatkan poin di situasi sulit.
Arbeloa mencoba mengubah pendekatan menjadi lebih ekspansif. Hasilnya belum terlihat. Fulham justru kesulitan mengelola pertandingan dan kelemahan fisik mereka terekspos oleh Ipswich.
Tiga Rekrutan dari Real Madrid dan Sorotan Fans
Arbeloa mendatangkan tiga pemain muda dari Real Madrid pada bursa transfer musim panas: Manuel Ángel, César Palacios, dan Gonzalo García. Ketiganya merupakan pemain prospek Los Blancos dan berbagi agen yang sama dengan Arbeloa.
García, yang dibeli dengan harga £40 juta, baru mencetak satu gol liga dari 18 tembakan. Ia kesulitan saat melawan Ipswich, kalah dalam banyak duel dan tidak efektif dalam menekan.
Fans mulai gelisah. Mereka mempertanyakan mengapa Kevin, winger asal Brasil, dimainkan di sisi kanan alih-alih kiri. Mereka menilai Arbeloa terlalu sering mengubah komposisi tim.
Fulham juga kehilangan dua pencetak gol utama mereka, Raúl Jiménez dan Harry Wilson, dan belum menemukan pengganti sepadan.
Pembelaan Arbeloa dan Jadwal Berat yang Sudah Dilalui
Arbeloa menghadapi pertanyaan soal tekanan setelah kekalahan dari Ipswich. Ia merespons dengan merujuk pengalamannya di Real Madrid.
"Saya bermain untuk tim terbaik di dunia... saya pernah melatih tim terbaik di dunia," ujar Arbeloa.
Pernyataan itu menuai reaksi. Arbeloa tidak meraih gelar apa pun saat menangani Madrid, dan komentarnya berisiko memberi kesan bahwa Fulham seharusnya bersyukur memilikinya.
Fulham memang menjalani awal musim yang berat. Mereka sudah menghadapi Chelsea, Liverpool, dan Manchester United. Laga melawan Ipswich seharusnya menjadi titik balik, sebagai pertandingan pertama dari tiga pertemuan beruntun dengan tim promosi.
Namun Coventry, Hull, dan Ipswich justru tampil melampaui ekspektasi. Fulham kini di dasar klasemen sebelum menjamu Hull City di Craven Cottage. Kemenangan menjadi harga mati bagi Arbeloa.