Wagub Papua Aryoko Rumaropen Perkuat Stok Pangan Murah di Kota Jayapura

Penulis: Vicky Prasetya  •  Rabu, 06 Mei 2026 | 14:56:39 WIB
Wakil Gubernur Papua Aryoko Rumaropen meluncurkan Gerakan Pangan Murah di Kota Jayapura.

JAYAPURA — Pemerintah Provinsi Papua memperkuat komitmen menjaga ketahanan ekonomi daerah melalui peluncuran Gerakan Pangan Murah (GPM) di GKI Lembah Yordan, Organda, Kota Jayapura. Langkah ini menjadi instrumen utama dalam memitigasi kenaikan harga komoditas pangan yang diprediksi membayangi inflasi daerah pada 2026.

Wakil Gubernur Papua, Aryoko A.F. Rumaropen, S.P., M.Eng., menyatakan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat tidak boleh terganggu oleh gejolak harga di pasar. Menurutnya, pemerintah harus hadir secara nyata saat harga pangan mulai tidak terkendali agar beban hidup warga, terutama di tingkat kampung, tidak semakin berat.

Intervensi Harga untuk Lindungi Masyarakat Ekonomi Lemah

Pelaksanaan GPM pada Rabu (6/5/2026) ini difokuskan untuk menyediakan bahan pangan yang aman, cukup, dan terjangkau. Wagub Aryoko menegaskan bahwa stabilitas pasokan adalah kunci utama dalam menjaga kesejahteraan sosial di seluruh wilayah Papua.

“Ketersediaan pangan yang stabil sangat menentukan kesejahteraan masyarakat. Ketika harga pangan naik dan tidak terkendali, masyarakat kecil menjadi pihak yang paling terdampak. Melalui Gerakan Pangan Murah, pemerintah hadir memberikan solusi nyata,” ujar Wakil Gubernur Papua.

Selain membantu warga memperoleh sembako di bawah harga pasar, kegiatan ini berfungsi sebagai langkah konkret dalam menekan laju inflasi dari sektor vollatile foods atau komoditas pangan yang harganya sering bergejolak. Pemerintah berharap daya beli masyarakat tetap terjaga meski terjadi dinamika ekonomi global maupun nasional.

Kolaborasi Lintas Sektor dan Visi Papua 2026

Program GPM ini tidak berdiri sendiri, melainkan hasil sinergi besar antara Pemerintah Provinsi Papua, BUMN, pelaku usaha, serta berbagai pemangku kepentingan terkait. Kerja sama ini mencakup penguatan rantai distribusi agar stok pangan tidak hanya tersedia di pusat kota, tetapi juga menjangkau pelosok.

Langkah ini selaras dengan visi pembangunan "Transformasi Papua yang Cerdas, Sejahtera, dan Harmonis" yang dicanangkan untuk tahun 2026. Wagub Aryoko optimistis bahwa penguatan ketahanan pangan lokal akan menjadi fondasi bagi kemajuan ekonomi yang lebih merata.

“Semoga setiap langkah dan upaya kita dalam membangun Papua senantiasa diberkati, demi terwujudnya Papua yang lebih maju dan sejahtera,” pungkasnya saat menutup sambutan di hadapan warga Organda.

Melalui momentum ini, Pemprov Papua mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat kerja sama lintas sektor. Fokus utama ke depan adalah memastikan distribusi pangan tetap lancar guna menjamin stabilitas perekonomian daerah dalam jangka panjang.

Reporter: Vicky Prasetya
Back to top