Job Fair Papua 2026 Buka 36 Perusahaan, 900 Pencari Kerja Hadir di Hari Pertama

Penulis: Reza Maulana  •  Selasa, 12 Mei 2026 | 16:12:53 WIB
Pelaksanaan Job Fair Papua 2026 di Jayapura dihadiri 36 perusahaan dan 900 pencari kerja pada hari pertama.

JAYAPURA — Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan UKM Provinsi Papua Jimmy Alberto Y. Thesia menegaskan bahwa Job Fair Papua 2026 bukan sekadar agenda tahunan seremonial. Kegiatan ini digelar berdasarkan kebutuhan riil perusahaan yang beroperasi di Kota Jayapura.

“Kami bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan yang ada di Kota Jayapura, lalu kami minta kebutuhan rekrutmen mereka, berapa tenaga kerja yang diperlukan, baru kegiatan ini dilaksanakan,” kata Jimmy saat ditemui di lokasi, Selasa (12/5/2026).

Target 40 Perusahaan, Baru 36 yang Hadir

Dinas Tenaga Kerja Papua mencatat, pada pelaksanaan tahun lalu, sekitar 3.000 pencari kerja mengikuti job fair dan sekitar 1.000 orang berhasil diterima bekerja. Tahun ini, hingga hari pertama, jumlah peserta yang terdata mencapai 900 orang.

Jimmy berharap jumlah perusahaan peserta bertambah pada hari kedua, Rabu (13/5/2026), agar target penyerapan tenaga kerja bisa meningkat.

“Kami berharap hari kedua lebih banyak lagi perusahaan yang hadir sesuai target kami 40 perusahaan, sehingga angka pengangguran dan angkatan kerja yang belum terserap di Papua bisa terurai,” ujar Jimmy.

Magang Jadi Solusi Syarat Pengalaman Kerja

Salah satu keluhan yang sering muncul dari pencari kerja adalah syarat pengalaman kerja yang tinggi. Untuk mengatasinya, pemerintah mulai mendorong program magang bagi lulusan baru.

“Kami berharap ada proses magang. Soal nanti diterima atau tidak itu urusan belakang. Yang paling penting mereka bisa belajar aktivitas perusahaan, suasana kerja, dan cara bekerja,” kata Jimmy.

Menurutnya, program magang penting untuk membangun kesiapan kerja anak muda Papua, terutama dalam memahami budaya dan ritme kerja di perusahaan. “Begitu mereka ikut magang, pengalaman kerjanya sudah ada,” ujar dia.

Industri Besar Dibutuhkan untuk Tekan Pengangguran

Jimmy mengungkapkan bahwa jumlah angkatan kerja di Papua berkisar antara 450 ribu hingga 600 ribu orang. Namun, lapangan pekerjaan yang tersedia belum signifikan dibanding jumlah pencari kerja.

“Kalau ada industri besar masuk ke Papua, industri apa saja, pasti angka pencari kerja yang ada di Papua bisa lebih terurai,” ujar Jimmy.

Dinas Tenaga Kerja Papua juga mulai menjalin kerja sama dengan sejumlah pihak untuk menyesuaikan kebutuhan industri dengan kompetensi lulusan sekolah kejuruan. Salah satunya dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia untuk lulusan SMK kesehatan dan SMK perikanan.

“Kami siapkan pelatihan dan sertifikasi untuk mereka sehingga bisa langsung terserap. Jadi kami bisa melihat daya tampung tenaga kerja dan berapa yang bisa diterima,” kata Jimmy.

Cerita Pencari Kerja: Batas Usia dan Status Pernikahan Jadi Kendala

Stevy Griffitson Mauri, lulusan SMA Negeri 1 Nabire, datang ke job fair untuk mencari peluang di bidang perhotelan yang sesuai dengan pengalaman kerjanya. Selama sekitar satu bulan mencari kerja, ia menghadapi sejumlah tantangan.

“Banyak perusahaan menetapkan batas usia maksimal 25 tahun untuk lulusan SMA seperti saya. Saya juga sudah menikah, jadi agak sulit mencari pekerjaan,” ujar Stevy.

Meski begitu, Stevy menilai peluang kerja pada job fair kali ini cukup terbuka, terutama di sektor swasta seperti hotel dan toko. Hingga hari pertama, ia sudah melamar ke lima hingga enam perusahaan.

“Menurut saya job fair ini baik karena membuka peluang pekerjaan untuk pemuda-pemuda di Papua saat ini,” kata Stevy.

Reporter: Reza Maulana
Sumber: galeripapua.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top