Cetak 200 Pelatih Disabilitas, Menpora Erick Thohir Gandeng Kejagung Awasi Atlet Lewat Aplikasi JAGAIN

Penulis: Reza Maulana  •  Selasa, 12 Mei 2026 | 18:06:01 WIB
Menpora Erick Thohir meluncurkan program pelatihan 200 pelatih disabilitas di PPPI Karanganyar.

PAPUA — JUDUL: Cetak 200 Pelatih Disabilitas, Menpora Erick Thohir Gandeng Kejagung Awasi Atlet Lewat Aplikasi JAGAIN LEAD: Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bersama NPC Indonesia meluncurkan program pelatihan massal untuk 200 pelatih disabilitas dari 29 provinsi di Pusat Pelatihan Paralimpiade Indonesia (PPPI), Karanganyar, Senin (11/5/2026). Langkah ini menjadi fondasi pencarian bakat atlet dari 22,9 juta penyandang disabilitas di Indonesia yang selama ini minim akses pembinaan profesional.

Skema BERDAYA: Sertifikasi Pelatih Jadi Kunci Cetak Atlet Dunia

Program Training of Trainers (ToT) bertajuk BERDAYA ini berlangsung hingga 12 Mei 2026. Menpora Erick Thohir menegaskan bahwa tanpa pelatih kompeten di daerah, mustahil melahirkan atlet berstandar internasional.

"Untuk menciptakan banyak atlet, perlu pelatih. Alhamdulillah, hari ini kita coba sertifikasi agar mereka kembali ke daerah dengan kualifikasi sebagai pakar kepelatihan. Kuota akan terus ditambah setiap tahun," ujar Erick saat meninjau langsung lokasi pelatihan.

Erick memaparkan, sekitar sebelas persen dari total 22,9 juta penyandang disabilitas di Indonesia sudah aktif berolahraga. Namun, pembinaan profesional masih sangat terbatas. Program ini, kata dia, merupakan implementasi dari Asta Cita Presiden yang menempatkan perhatian pada kelompok disabilitas sebagai prioritas.

Kejaksaan Awasi Lewat Aplikasi JAGAIN, Cegah Atlet Tercecer

Ketua Umum NPC Indonesia, Senny Marbun, mengapresiasi inisiatif ini. Menurutnya, tantangan terbesar bukan sekadar kompetisi, melainkan pemerataan akses pembinaan di seluruh pelosok. "Ini baru pertama kali diselenggarakan. Peserta jangan cuma sekadar ikut, lakukan yang terbaik di daerah masing-masing," tegas Senny.

Untuk memastikan pembinaan berjalan transparan, Kemenpora dan NPC menggandeng Kejaksaan Agung melalui aplikasi JAGAIN (Jaksa Garda Inklusi). Aplikasi ini berfungsi sebagai database nasional yang memantau perkembangan atlet dari daerah hingga pusat secara real-time.

Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung, Reda Manthovani—yang juga Chef de Mission Indonesia untuk Asian Para Games Nagoya 2026—menjelaskan, "Dengan database ini, kita bisa melihat atlet yang muncul atau yang pensiun. Pelatih di daerah terkoneksi langsung ke NPC Pusat. Ketua Umum pun bisa memantau perkembangan atlet di setiap daerah secara langsung."

Target Dominasi di Asian Para Games Nagoya 2026

Sinergi antara pelatihan massal, dukungan anggaran kementerian, dan pengawasan berbasis digital ini diharapkan mampu mempertahankan dominasi Indonesia di kancah olahraga disabilitas internasional. Target utama: membidik prestasi tinggi di Asian Para Games Nagoya yang akan datang.

Dengan 200 pelatih yang kini tersertifikasi, pemerintah optimistis potensi atlet muda dari 29 provinsi tidak lagi terbuang sia-sia. Program BERDAYA menjadi titik awal pembinaan yang lebih terstruktur, dari akar rumput hingga level elite.

Reporter: Reza Maulana
Sumber: akurat.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top