Kabupaten Jayapura Targetkan 1 Juta Pemeriksaan Malaria per Tahun Mulai 2025, Dinkes Libatkan Tokoh Agama hingga TNI/Polri Jadi Fasilitator

Penulis: Sofyan Basri  •  Senin, 18 Mei 2026 | 17:38:43 WIB
Wakil Bupati Jayapura membuka pelatihan fasilitator malaria di Sentani, Senin (18/5/2026).

SENTANI — Wakil Bupati Jayapura, Haris Richard Yocku, menyebut malaria masih menjadi salah satu penyebab kematian utama di Bumi Cenderawasih, bukan hanya HIV/AIDS atau penyakit jantung. “Malaria ini termasuk pembunuh orang Papua di tanah Papua,” ujarnya saat membuka Training of Trainer (TOT) Participatory Learning and Action (PLA) di salah satu hotel di Sentani, Senin (18/5/2026).

Kegiatan itu melatih tokoh-tokoh kunci dari berbagai distrik, puskesmas, hingga kader malaria yang sudah ada. Tujuannya, setelah pelatihan, mereka kembali ke kampung masing-masing dan menjadi fasilitator bagi masyarakat untuk menekan angka penularan.

Mengapa Tokoh Agama dan TNI/Polri Dilatih Jadi Kader Malaria?

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Jayapura, Lilian Suebu, menjelaskan bahwa selama ini beban pencegahan malaria hanya ditanggung kader dan puskesmas. “Kalau kader malaria sendiri jalan, pasti ada penolakan. Makanya kami libatkan tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan, OPD non-kesehatan, dan TNI/Polri,” katanya.

Peserta TOT ini disebut sebagai “tokoh kunci” yang akan memfasilitasi kegiatan di setiap kampung. Harapannya, pendekatan lintas sektor ini bisa mengubah perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, seperti membersihkan halaman rumah dan tempat perindukan nyamuk.

Target 1 Juta Pemeriksaan Setiap Tahun Hingga 2030

Wabup Yocku menegaskan bahwa Kementerian Kesehatan menargetkan 1 juta pemeriksaan malaria per tahun di Kabupaten Jayapura, berlaku dari 2025 hingga 2030. “Pemeriksaan akan dilakukan secara masif terhadap seluruh masyarakat,” ujarnya.

Strategi yang digunakan bernama TOKEN, singkatan dari Temukan kasus sebanyak mungkin, pemeriksaan sebanyak mungkin dan langsung diobati. “Temukan, Obati, dan Kendalikan,” jelas Lilian. Kader dan puskesmas akan hadir di setiap kegiatan yang melibatkan orang banyak untuk melakukan pemeriksaan massal.

Angka Kasus Malaria di Jayapura: 71.545 Kasus pada 2025

Data Dinkes Kabupaten Jayapura mencatat, pada 2025 terdapat 71.545 kasus malaria dengan angka Annual Parasite Incidence (API) sebesar 409,18 per 1.000 penduduk. Positivity rate mencapai 13,79 persen. Angka ini menempatkan Kabupaten Jayapura sebagai kontributor kasus malaria tertinggi kedua di Provinsi Papua setelah Kabupaten Mimika.

Wabup Yocku berharap, dengan pelatihan ini, angka malaria bisa ditekan seminimal mungkin. “Kami kumpulkan semua stakeholder dari distrik, puskesmas, hingga kader. Setelah selesai, mereka kembali ke tempat masing-masing dan menjelaskan ke masyarakat,” pungkasnya.

Reporter: Sofyan Basri
Sumber: kilaspapua.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top