SENTANI — Angka itu terungkap saat Bupati Jayapura dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melakukan kunjungan kerja ke wilayah Doyo Baru, Distrik Waibu, pekan lalu. Momen kedatangan pimpinan daerah justru dimanfaatkan tenaga kesehatan untuk menjangkau warga yang selama ini sulit dikumpulkan.
Kepala Puskesmas Distrik Waibu, Fransina Dike, SKM, mengakui bahwa mengumpulkan warga untuk pemeriksaan kesehatan rutin bukan perkara mudah. Kesibukan sehari-hari membuat banyak warga enggan datang ke puskesmas. Namun, kehadiran Bupati dan rombongan OPD menjadi daya tarik tersendiri.
“Kami bersyukur, karena biasanya kami sangat sulit mengumpulkan masyarakat sebanyak ini. Masyarakat punya kesibukan sehari-hari. Dengan adanya Bupati dan OPD, masyarakat antusias mengikuti pemeriksaan kesehatan langsung di layanan puskesmas di depan gereja,” ujar Fransina.
Pemeriksaan itu merupakan bagian dari arahan Bupati dan Wakil Bupati Jayapura kepada Dinas Kesehatan setempat. Targetnya jelas: eliminasi penyakit menular hingga tahun 2030. Tidak hanya malaria, program ini juga menyasar HIV, tuberkulosis (TB), dan kusta.
“Harapannya, eliminasi ini terus berlangsung beberapa tahun ke depan sampai 2030, sehingga masyarakat Kabupaten Jayapura bebas dari malaria, TB, HIV, dan kusta,” kata Fransina.
Untuk warga yang masih belum datang ke lokasi screening, tenaga kesehatan tidak tinggal diam. Petugas turun langsung dari rumah ke rumah setiap hari. Layanan door to door ini tidak terbatas pada malaria saja, melainkan mencakup seluruh program kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura.
Fransina menekankan, keberhasilan eliminasi penyakit menular membutuhkan kerja sama lintas sektor. Pemerintah kampung, distrik, hingga OPD lain harus bergerak bersama secara terintegrasi agar program berjalan efektif dan tidak tumpang tindih.