Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Papua Jeri Agus Yudianto menyebut perangkat VSAT portable ini menjadi tulang punggung konektivitas di daerah yang belum ter-cover jaringan seluler maupun fixed broadband.
“Hasil speed test di beberapa titik terpasang cukup baik untuk mendukung belajar mengajar, live streaming, hingga akses media sosial dan messenger yang tidak memerlukan bandwidth besar,” ujar Jeri. Ia mengakui kapasitas upload lebih terbatas dibanding jaringan konvensional.
Setiap titik pemasangan dilengkapi access point dengan radius jangkauan sekitar 100 meter di area terbuka. Masyarakat di lingkungan sekitar perangkat bisa memanfaatkan akses internet secara gratis.
Selain perangkat Starlink, Pemprov Papua menyerahkan 22 unit panel surya untuk mendukung pasokan listrik di lokasi terpencil. Satu unit videotron disiapkan sebagai media informasi publik di pusat kegiatan warga.
Bantuan ini diharapkan memperkuat pelayanan informasi publik, mendukung sektor pendidikan, dan mempercepat pemerataan pembangunan digital. Program ini menjadi bagian dari visi Papua yang semakin terkoneksi dan Papua CERAH.
Acara penandatanganan turut dihadiri Anggota KEPP Otsus Papua Billi Mambrasar, Wakil Bupati Kepulauan Yapen, Forkopimda, pimpinan dan anggota DPRD setempat, Ketua TP PKK, serta pimpinan SKPD Provinsi dan Kabupaten. Tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan, dan organisasi kemasyarakatan juga hadir menyaksikan prosesi hibah.
Kunjungan kerja Gubernur Papua di wilayah pesisir dan kepulauan ini memasuki hari keenam. Penandatanganan NPHD di Yapen menjadi salah satu rangkaian utama dalam agenda memperkuat infrastruktur digital di daerah terluar.