WAMENA — Dinas Peternakan dan Perikanan Papua Pegunungan menjamin semua hewan kurban yang masuk ke wilayah tersebut telah melewati pemeriksaan kesehatan ketat. Kepastian ini disampaikan menyusul distribusi 18 ekor sapi bantuan Presiden Prabowo Subianto untuk delapan kabupaten di Pegunungan Tengah.
Kepala Seksi Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Perikanan Papua Pegunungan, drh Ribka Elopere, menyatakan setiap hewan telah mengantongi surat kesehatan dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian. "Kami pastikan semua hewan yang dikirim ke Papua Pegunungan dalam rangka Hari Raya Idul Adha telah melalui pemeriksaan kesehatan yang ketat, sehingga hewan-hewan ini dalam kondisi baik dan dapat disembelih serta aman dikonsumsi," ujarnya di Wamena, Jumat.
Ribka menjelaskan, idealnya sapi kurban bantuan presiden memiliki bobot mendekati satu ton per ekor. Namun, ketersediaan sapi seberat itu di Papua Pegunungan sangat terbatas. Tim akhirnya mengambil seluruhnya dari peternak di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, dengan berat rata-rata 500 kilogram per ekor.
Konsekuensinya, setiap kabupaten penerima akan mendapat jatah dua ekor sapi untuk menggenapi bobot satu ton per daerah. "Hewan kurban ini semua melalui tahapan dan mekanisme pemeriksaan kesehatan yang baik sehingga layak untuk dipotong maupun disembelih," tegas Ribka.
Dinas Peternakan dan Perikanan Papua Pegunungan tidak hanya memeriksa hewan dari luar daerah. Tim juga turun ke lapangan untuk mengecek kondisi sapi-sapi yang sudah berada di Wamena. Koordinasi dilakukan dengan dinas terkait di delapan kabupaten untuk memastikan hewan kurban yang akan disembelih pada Idul Adha benar-benar sehat.
Ribka menambahkan, tujuan utama pemeriksaan ini adalah memberikan kepastian kesehatan bagi masyarakat saat mengonsumsi daging kurban. "Tim kami sudah melakukan koordinasi dengan dinas terkait di delapan kabupaten untuk mengecek kondisi hewan kurban yang akan disembelih," katanya.
Langkah ini menjadi penting mengingat distribusi hewan kurban di wilayah pegunungan memiliki tantangan logistik tersendiri. Dengan pemeriksaan ketat, Pemprov Papua Pegunungan berupaya memastikan ibadah kurban berjalan lancar dan daging yang diterima masyarakat benar-benar aman.