JAYAPURA — Pemerintah Provinsi Papua bersama pemerintah pusat dan Kabupaten Kepulauan Yapen tengah mendorong perbaikan dan perpanjangan landasan pacu Bandara Stevamus Rumbewas di Serui. Langkah ini menjadi krusial mengingat transportasi laut di kawasan kepulauan kerap lumpuh akibat cuaca buruk, terutama pada periode Oktober hingga Februari.
"Peningkatan kapasitas bandara menjadi kebutuhan penting karena Kabupaten Kepulauan Yapen memiliki tantangan geografis dan kondisi cuaca yang kerap menghambat transportasi laut," kata Gubernur Papua Matius D Fakhiri di Jayapura, Kamis.
Saat ini, panjang runway Bandara Serui sekitar 1,6 kilometer. Sebagian dari landasan tersebut telah masuk dalam program perbaikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pasca-kerusakan akibat gempa bumi.
Pemerintah daerah mengusulkan penambahan landasan sepanjang 250 meter. Jika terealisasi, pesawat jenis ATR dapat mendarat secara optimal, meningkatkan frekuensi penerbangan dan mobilitas masyarakat.
Pengembangan bandara ini tidak hanya soal mobilitas penumpang. Gubernur Fakhiri menyebutkan bahwa bandara yang memadai akan memperkuat distribusi hasil perikanan dan komoditas masyarakat dari Kepulauan Yapen ke daerah lain di Papua.
Keberadaan bandara yang lebih baik juga menjadi jalur evakuasi medis. "Membantu percepatan penanganan pasien rujukan menuju rumah sakit dengan fasilitas kesehatan yang lebih lengkap di Biak maupun daerah lainnya," ujar Fakhiri.
Pemerintah Provinsi Papua tidak hanya fokus pada bandara. Proyek ini akan didukung dengan peningkatan akses jalan dan jembatan di jalur barat Yapen. Langkah ini untuk memastikan konektivitas antarwilayah di daratan tetap terjaga begitu bandara beroperasi penuh.
Gubernur Mathius D Fakhiri bersama pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebelumnya telah melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kepulauan Yapen pada Rabu (20/5) untuk meninjau langsung kondisi infrastruktur di lapangan.