SENTANI — Sebuah benda yang diduga kuat sebagai bom mortir berasap ditemukan oleh warga yang sedang mencari ikan di perairan Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura. Berat benda itu mencapai 10 kilogram dan sempat memicu kepanikan di lokasi penemuan.
Warga yang tengah memancing di sekitar Danau Sentani dikejutkan oleh munculnya asap dari sebuah benda logam besar yang tersangkut di jaring mereka. Tanpa berpikir panjang, mereka segera melaporkan temuan itu ke aparat keamanan setempat. Tim dari Satuan Brimob Polda Papua yang memiliki spesialisasi penjinakan bom (Jihandak) langsung diterjunkan ke lokasi.
Setelah tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP), tim Jihandak langsung memasang garis steril dan mengevakuasi warga dari radius bahaya. Prosedur penjinakan dilakukan dengan hati-hati mengingat usia mortir yang tidak diketahui pasti. Beruntung, seluruh rangkaian evakuasi dan penjinakan berjalan lancar. Benda yang diduga sebagai bom mortir itu akhirnya berhasil dijinakkan sesuai prosedur tanpa menimbulkan korban maupun kerusakan.
Setelah berhasil dijinakkan, tim langsung mengamankan sisa-sisa material mortir untuk diperiksa lebih lanjut. Pihak kepolisian masih menyelidiki asal-usul benda tersebut, apakah merupakan sisa konflik masa lalu atau benda lain yang hanyut terbawa arus. Warga diimbau untuk tidak menyentuh benda mencurigakan serupa dan segera melapor ke aparat terdekat.
Kapolres Jayapura melalui Kasat Reskrim mengingatkan masyarakat agar selalu waspada. Jika menemukan benda mencurigakan yang diduga bahan peledak, warga diminta tidak panik dan tidak memindahkan atau menyentuhnya. Langkah yang benar adalah menjauh dan segera menghubungi kantor polisi terdekat untuk ditangani oleh tim Jihandak yang terlatih.
Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Tim penjinak bom berhasil mengamankan lokasi dan menetralisir ancaman sebelum meluas.
Benda mencurigakan yang ditemukan warga di perairan Sentani memiliki bobot hingga 10 kilogram dan diduga kuat merupakan mortir berasap aktif.