PAPUA — Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, mengungkapkan temuan mengejutkan terkait masih adanya anak usia 15 tahun di Indonesia yang belum pernah menginjakkan kaki di lembaga pendidikan formal. Pernyataan itu disampaikan dalam konteks pengembangan program Sekolah Rakyat yang dirancang untuk menyasar kelompok paling terpinggirkan.
Gus Ipul tidak merinci jumlah pasti anak dalam kategori tersebut, namun pernyataannya menegaskan bahwa persoalan akses pendidikan masih menjadi pekerjaan rumah besar di era pemerintahan saat ini. "Masih ada anak usia 15 tahun yang belum sekolah," ujar Menteri Sosial dalam sebuah kesempatan, Senin (15/4).
Program Sekolah Rakyat diharapkan menjadi jembatan bagi mereka yang selama ini tak tersentuh sistem pendidikan reguler. Targetnya bukan sekadar mendaftarkan anak, tetapi memastikan mereka mendapat akses belajar yang layak dan berkelanjutan.
Faktor kemiskinan struktural menjadi dugaan utama. Anak-anak dari keluarga miskin ekstrem kerap terpaksa bekerja membantu ekonomi keluarga atau tinggal di daerah terpencil tanpa fasilitas sekolah menengah pertama (SMP) yang memadai. Kondisi ini diperparah oleh data administrasi kependudukan yang tak akurat, sehingga anak-anak ini tak terdata oleh sistem pendidikan nasional.
Kementerian Sosial, melalui data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS), berupaya memetakan titik-titik kantong anak putus sekolah. Data ini akan menjadi basis penempatan Sekolah Rakyat yang direncanakan memiliki kurikulum khusus dan sistem asrama agar anak bisa fokus belajar tanpa beban ekonomi harian.
Sekolah Rakyat tidak hanya mengajarkan calistung, tetapi juga keterampilan vokasi dasar. Tujuannya agar setelah lulus, anak-anak ini memiliki kemampuan untuk mandiri secara ekonomi. Gus Ipul menekankan bahwa pendidikan adalah kunci utama memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
Program ini masih dalam tahap perencanaan teknis, termasuk pembahasan anggaran dan kerja sama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Pemerintah daerah juga akan dilibatkan dalam proses identifikasi calon siswa dan penyediaan lokasi sekolah.
Belum ada kepastian kapan Sekolah Rakyat mulai beroperasi secara penuh. Namun, pernyataan Menteri Sosial menjadi alarm bahwa tanpa intervensi khusus, anak-anak yang tak tersentuh pendidikan akan terus tertinggal di tengah percepatan pembangunan nasional.