Pencarian

Warga Yoka Bangga, Film Dokumenter “Agus Ohee: Sang Maestro Seni dari Tanah Tabi” Karya Imaji Papua Diputar di Kampung Halaman

Minggu, 07 Juni 2026 • 14:42:01 WIB
Warga Yoka Bangga, Film Dokumenter “Agus Ohee: Sang Maestro Seni dari Tanah Tabi” Karya Imaji Papua Diputar di Kampung Halaman
Warga Kampung Yoka antusias menyaksikan pemutaran film dokumenter tentang maestro seni Agus Ohee.

JAYAPURA — Kebanggaan membuncah di Kampung Yoka saat salah satu putra terbaiknya, Agus Ohee, diangkat dalam sebuah film dokumenter. Imaji Papua, komunitas film asal Kota Jayapura, menayangkan karya mereka “Agus Ohee, Sang Maestro Seni Dari Tanah Tabi” di tanah kelahiran sang maestro, tepatnya di lapangan bola Kampung Yoka, pada malam Sabtu (6/6/2026).

Pemutaran ini merupakan kewajiban moral tim produksi setelah film tersebut dirilis beberapa waktu lalu. Warga dari berbagai usia tumpah ruah, duduk lesehan, menyaksikan perjalanan hidup Agus Ohee—dari awal menekuni seni lukis dan ukiran hingga separuh hidupnya dihabiskan untuk berkarya.

Ondoafi Berharap Budaya Tak Punah

Ondoafi Kampung Yoka, Viktor Ohee, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Imaji Papua yang telah melihat potensi kampung dan mengangkat kisah Agus Ohee. “Ayo kita lestarikan budaya kita agar jangan sampai punah,” ajaknya kepada warga yang hadir.

Pemuda Yoka: Kampung Kami Bisa Jadi Kampung Wisata

Salah seorang pemuda setempat, Ben Olua, mengaku sangat termotivasi setelah menonton film tersebut. Agus Ohee yang ia sapa dengan panggilan “tete” (kakek), dinilai layak menjadi ikon seni budaya Kota Jayapura. “Saya punya harapan, kapal pesiar yang membawa turis-turis internasional bisa singgah di Kampung Yoka, melihat langsung karya-karya seni yang luar biasa dengan cerita di balik karya seni itu,” ujar Olua yang berprofesi sebagai pemandu wisata.

Olua mendorong tokoh adat dan aparat kampung untuk mengusulkan ke Dinas Pariwisata Kota Jayapura agar Kampung Yoka resmi menjadi kampung wisata. Menurutnya, langkah awal bisa dimulai dengan pelatihan menyambut tamu, baik lokal maupun mancanegara. Ia optimistis kampungnya akan maju secara ekonomi jika semua pihak mendukung.

Guru SD Inpres: Anak-anak Punya Bakat, Tapi Tak Ada Guru Seni

Yolanda Ohee, guru SD Negeri Inpres Kampung Yoka, mengungkapkan keresahan yang sama. Ia berterima kasih film ini diangkat karena menjadi motivasi bagi anak didiknya yang memiliki bakat seni namun belum terasah. “Anak-anak di kampung ini mereka punya minat dan bakat yang luar biasa tapi tidak ada guru yang khusus mengajar seni di sekolah,” ucapnya.

Yolanda menambahkan, di sekolahnya sebenarnya ada guru yang khusus mengajar Bahasa Sentani, namun hingga saat ini tidak menjalankan tugasnya. Ia berharap pelajaran Bahasa Sentani bisa dialihkan ke pelajaran seni dengan menghadirkan sang maestro sebagai guru. “Kalau ada guru seni seperti ini, anak-anak kita bisa tampil di iven-iven penting karena setiap tahun iven budaya yang pemerintah kota buat, kami tidak pernah ikut,” ungkapnya.

Proses Kreatif di Balik Film

Head of Imaji Papua, Yulika Anastasia, menjelaskan alasan mengangkat sosok Agus Ohee. Awalnya ia mengusulkan nama Agus ke LPDP Dana Indonesiana yang mengelola dana abadi kebudayaan. Syarat utama program dokumentasi karya pengetahuan maestro adalah sosok yang diusulkan harus berusia minimal 60 tahun.

“Ketika melakukan shooting, Agus masih di bawah 60 tahun tetapi setiap sejarah karyanya sangat luar biasa. Tidak banyak seniman di Jayapura atau di Papua yang punya portofolio karya sebanyak Agus,” terang Yulika. Legitimasi pengajuan diperkuat karena Agus Ohee merupakan penerima Anugerah Kebudayaan 2024 dari Pemerintah Kota Jayapura. Usulannya diterima dan Agus pun digolongkan sebagai maestro.

Yulika berharap film ini bisa diputar di berbagai kampung, kota lain, bahkan di luar Papua. “Kaka Agus adalah salah satu aset Papua yang berbeda dalam kontribusinya di bidang seni budaya,” katanya. Proses kreatif film ini masih terus berjalan hingga saat ini.

Bagikan
Sumber: papuabangkit.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks