4 Program Studi di Politeknik Agraria STPN Sleman, Bidik Siswa Papua Minat Agraria dan Tata Ruang

Penulis: Reza Maulana  •  Rabu, 17 Juni 2026 | 20:44:01 WIB
Taruna Politeknik Agraria STPN Sleman melakukan pengukuran dan pemetaan lapangan sebagai bagian dari pembelajaran prodi SPIP.

SLEMAN — Di tengah kebingungan siswa menentukan masa depan, Politeknik Agraria STPN hadir dengan pilihan prodi yang langsung terhubung dengan kebutuhan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Empat prodi yang ditawarkan tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga membekali mahasiswa dengan keterampilan teknis dan kebijakan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan persoalan agraria di Indonesia, termasuk di Papua.

Prodi SPIP: Menggabungkan Teknologi Geospasial dan Kerja Lapangan

Program Studi Sarjana Terapan Survei dan Pemetaan Informasi Pertanahan (SPIP) menjadi pilihan bagi siswa yang kuat di bidang IPA. Mahasiswa akan mempelajari pengukuran tanah, pemetaan digital, Sistem Informasi Geografis (SIG), hingga fotogrametri.

"Kami tidak hanya belajar teori, tetapi juga terjun langsung melakukan pengukuran dan pemetaan di lapangan. Saya tertarik dengan penggunaan teknologi geospasial yang terus berkembang," ujar Dandi Resando, salah satu taruna prodi SPIP, saat ditemui di kampus STPN, Sleman, baru-baru ini.

MPRP: Menjawab Persoalan Tata Ruang di Daerah

Bagi siswa yang lebih tertarik pada kebijakan publik dan perencanaan wilayah, Prodi Manajemen Penataan Ruang dan Pertanahan (MPRP) bisa menjadi jawaban. Prodi ini terbuka untuk lulusan SMA jurusan IPS maupun SMK perkantoran.

Ayu Hanan Mutia, taruni MPRP, mengaku memilih prodi ini karena prihatin dengan banyaknya persoalan tata ruang yang masih terjadi. "Saya melihat masih banyak persoalan tata ruang di daerah, misalnya kawasan industri yang berdekatan dengan permukiman atau pemanfaatan ruang yang belum sesuai," ungkap Ayu.

KMPT: Fokus pada Administrasi dan Kepastian Hukum Tanah

Program Studi Kebijakan dan Manajemen Pendaftaran Tanah (KMPT) lebih menekankan pada aspek administrasi dan pelayanan publik. Mahasiswa akan mempelajari sistem pendaftaran tanah, kebijakan pertanahan, hingga pengelolaan data berbasis elektronik.

"Saya lebih tertarik pada aspek hukum dan kebijakan pertanahan dibandingkan perhitungan teknis. Di prodi KMPT saya belajar memahami proses pendaftaran tanah, dan bagaimana kebijakan pertanahan dapat memberikan kepastian hukum bagi masyarakat," kata Rizaldi Secondia Putra, taruna prodi KMPT.

Peluang bagi Siswa Papua: dari Pemetaan hingga Kebijakan

Keempat prodi ini relevan dengan kebutuhan pembangunan di Papua, terutama dalam hal sertifikasi tanah, penataan ruang, dan pemetaan wilayah. Politeknik Agraria STPN yang berada di bawah naungan Kementerian ATR/BPN membuka peluang bagi lulusan untuk langsung terserap di instansi pemerintah maupun sektor swasta yang bergerak di bidang pertanahan.

Bagi siswa yang masih ragu, prodi Sarjana Terapan Survei dan Pemetaan Informasi Pertanahan (SPIP) cocok untuk yang gemar teknologi dan fisika. Sementara prodi MPRP dan KMPT lebih sesuai bagi yang tertarik pada kebijakan dan pelayanan publik. Keputusan memilih prodi kini tidak lagi sekadar soal nilai rapor, tetapi juga tentang kontribusi nyata pada pembangunan daerah. ***

Reporter: Reza Maulana
Sumber: reportasepapua.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top