JAYAPURA — Aksi yang berlangsung di bawah terik matahari itu menyebar di beberapa lokasi, mulai dari kawasan Expo, Distrik Heram, Perumnas III, hingga Gapura Universitas Cenderawasih (Uncen) di Abepura. Massa membawa poster-poster bertuliskan "Solusi dari Kekerasan: Revolusi Total", "Tarik Militer dari Tanah Papua", hingga "Stop diskriminasi terhadap pelajar Papua".
Koordinator aksi menegaskan bahwa kehadiran aparat keamanan, baik organik maupun nonorganik, saat ini justru menciptakan rasa tidak aman bagi warga sipil. "Tanah Papua adalah milik orang Papua, tetapi kami masih hidup dalam penderitaan. Banyak masyarakat yang menjadi korban kekerasan," ujar Okto Dumapa, salah seorang peserta aksi, dalam orasinya.
Kebijakan Penambahan Pasukan Dinilai Perpanjang Konflik
Peserta aksi lainnya, Stef, menyoroti langsung kebijakan penambahan pasukan militer di Bumi Cenderawasih. Menurutnya, langkah tersebut tidak menyelesaikan akar masalah, melainkan berpotensi memperbesar risiko jatuhnya korban dari kalangan masyarakat sipil.
"Kehadiran militer seharusnya memberikan rasa aman kepada masyarakat. Namun yang kami rasakan justru sebaliknya," tegas Stef di hadapan massa.
Mendesak Pengusutan Kasus Kekerasan yang Mandek
Dalam kesempatan itu, massa aksi juga mempertanyakan komitmen negara dalam penegakan hak asasi manusia (HAM) di Papua. Mereka mendesak aparat untuk mengusut tuntas berbagai kasus kekerasan yang dinilai belum memperoleh kejelasan hukum hingga saat ini.
"Kami bertahan dengan satu tujuan dan satu barisan, walaupun di bawah terik matahari, demi menjaga tanah dan alam Papua," tambah Okto, menggambarkan tekad para pengunjuk rasa.
Tuntutan Politik: Hak Menentukan Nasib Sendiri
Di luar tuntutan sosial, massa aksi turut menyampaikan pandangan politik bahwa penyelesaian persoalan Papua tidak bisa dilakukan melalui pendekatan keamanan semata. Mereka menilai dialog dan penghormatan terhadap hak menentukan nasib sendiri bagi OAP merupakan jalan keluar yang harus ditempuh.
Sepanjang aksi berlangsung, aparat keamanan terlihat berjaga dan mengawal jalannya demonstrasi di setiap titik untuk mengantisipasi potensi gangguan. Hingga aksi usai, situasi di Kota Jayapura terpantau kondusif dan tidak ada laporan insiden berarti.