Pencarian

Moove Kumpulkan Dana Rp 4,1 Triliun, Target Kelola Ratusan Ribu Robotaxi untuk Waymo

Kamis, 06 Agustus 2026 • 04:44:01 WIB
Moove Kumpulkan Dana Rp 4,1 Triliun, Target Kelola Ratusan Ribu Robotaxi untuk Waymo
Moove mengumumkan perolehan dana Seri C senilai Rp 4,1 triliun untuk ekspansi bisnis kendaraan otonom.

PAPUA — Perusahaan yang berdiri di Nigeria pada 2020 ini bukanlah pemain baru di industri mobilitas. Moove tercatat memiliki dan mengoperasikan 42.000 armada ride-hailing di 14 negara serta mempekerjakan 3.300 orang secara global. Kini, perusahaan yang berkantor pusat di Dubai itu mulai serius menggarap lini bisnis kendaraan otonom yang digadang-gadang menjadi tulang punggung industri robotaxi di masa depan.

Modal Baru untuk Ekspansi Armada Otonom

Putaran pendanaan Seri C ini dipimpin oleh Mubadala Investment Company, dengan Woven Capital dan Ion Pacific sebagai co-lead. Sejumlah investor lain turut serta, termasuk BlackRock, MUFG, Franklin Templeton, Uber, dan Ontario Power Generation Pension Plan.

Dana tersebut akan digunakan untuk meningkatkan skala bisnis manajemen armada kendaraan otonom, termasuk merekrut sekitar 350 karyawan baru. Sebagian modal juga dialokasikan untuk mengembangkan depot otomatis yang disebut "Nests"—fasilitas yang beroperasi 24 jam dengan bantuan robotika untuk mengisi daya, merawat, dan memperbaiki kendaraan. Saat ini Moove memiliki sekitar 15 depot yang tengah dalam berbagai tahap pengembangan.

Dari Pembiayaan Kendaraan ke Operator Robotaxi

Ladi Delano, salah satu pendiri sekaligus co-CEO Moove, menjelaskan bahwa pengalaman perusahaan dalam pembiayaan kendaraan dan pengelolaan armada ride-hailing konvensional menjadi modal utama untuk masuk ke bisnis kendaraan otonom. Menurutnya, ada celah besar di ekosistem ini: pengembang teknologi AV, produsen kendaraan, marketplace seperti Uber, dan konsumen—tidak ada satu pun yang ingin "memiliki metal" atau kendaraan itu sendiri.

"Di dunia ini, siapa yang memiliki kendaraan? Siapa yang mengoperasikan kendaraan? Siapa yang mengatur kendaraan? Siapa yang melakukan servis dan perawatan? Siapa yang menangani barang hilang? Siapa yang membersihkan?" ujar Delano.

Pertanyaan-pertanyaan itulah yang mendorong Moove menciptakan produk di mana mereka memiliki, mengoperasikan, dan mengatur kendaraan otonom. Pada 2023, Moove mulai menjajaki kerja sama dengan berbagai perusahaan AV dan akhirnya bermitra dengan Waymo.

Moove Kini Operator Armada Waymo di Empat Kota

Saat ini Moove berperan sebagai operator armada untuk Waymo di Phoenix, Miami, dan Las Vegas, dengan rencana ekspansi ke London. Namun, statusnya kini masih sekadar pengelola—belum pemilik kendaraan. Moove berencana menggunakan pembiayaan utang untuk membeli robotaxi Waymo, meski Delano belum mau membeberkan jadwal pastinya.

Yang menarik, Moove sebenarnya sudah memiliki robotaxi dari pengembang AV lain, meski Delano enggan menyebutkan nama perusahaan tersebut. "Pada akhirnya, visi kami adalah memiliki ratusan ribu kendaraan," katanya merujuk pada armada robotaxi.

Bisnis Konvensional Menuju Profitabilitas

Di tengah ekspansi ke kendaraan otonom, bisnis mobilitas tradisional Moove—penyewaan kendaraan dan pembiayaan untuk pengemudi gig—diproyeksikan mencapai profitabilitas penuh tahun ini. Langkah ini menunjukkan bahwa Moove tidak meninggalkan akar bisnisnya, melainkan membangun fondasi untuk era transportasi berikutnya.

Bagi pengamat industri, pergerakan Moove menjadi sinyal bahwa model bisnis manajemen armada akan semakin relevan seiring meluasnya adopsi robotaxi. Perusahaan yang mampu mengelola operasional, perawatan, dan logistik kendaraan otonom dalam skala besar akan memegang posisi kunci di ekosistem ini—persis seperti yang tengah dibangun Moove.

Follow jayapuraonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: techcrunch.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks