PAPUA — Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 yang berlangsung di ICE BSD City, Serpong, Tangerang, pekan ini tidak hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga medan pertempuran strategi pasar. Produsen Jepang memang masih mendominasi jumlah peluncuran, namun agresivitas merek China di segmen kendaraan elektrifikasi menciptakan dinamika persaingan yang belum pernah terjadi sebelumnya di pameran tahunan ini.
Toyota Pamer Kekuatan di Segmen SUV dan Elektrifikasi
Pabrikan berlogo tiga elips itu memanfaatkan panggung GIIAS 2026 untuk menjawab dahaga pecinta SUV tangguh. Toyota akhirnya memperkenalkan Land Cruiser FJ secara resmi untuk pasar Indonesia, sebuah model yang selama ini hanya menjadi bahan perbincangan di komunitas off-road.
Bukan hanya itu, lini elektrifikasi Toyota juga diperkuat dengan kehadiran Land Cruiser 300 Hybrid dan bZ4X Touring. Langkah ini menunjukkan bahwa strategi Toyota di Indonesia tidak lagi berfokus pada satu jenis teknologi, melainkan merangkul berbagai jalur elektrifikasi sekaligus, dari hybrid hingga baterai murni.
JETOUR dan Chery Menyerang dengan Teknologi REEV dan PHEV
Sementara itu, merek asal China tampil paling agresif dengan jumlah peluncuran yang signifikan. JETOUR langsung memperkenalkan dua model sekaligus, yakni T1 i-DM dan T2 i-DM. Keduanya mengusung teknologi plug-in hybrid (PHEV) yang dirancang untuk menjawab kebutuhan efisiensi bahan bakar tanpa mengorbankan kemampuan jelajah di berbagai medan.
Chery tidak mau kalah dengan meluncurkan J6T CSH REEV. Model ini memakai teknologi range extender electric vehicle (REEV), di mana mesin bensin berfungsi sebagai generator untuk mengisi baterai. Teknologi serupa juga menjadi andalan Deepal melalui S05 REEV, serta iCAR yang mengenalkan V27 sebagai SUV dengan sistem penggerak yang sama.
Korea dan Jepang Lainnya: Dari Lexus ES hingga Subaru Outback
Dari Korea Selatan, Kia meluncurkan All-New Seltos untuk bersaing di segmen SUV kompak yang kian ramai. Mobil ini hadir dengan ubahan total dari segi desain dan teknologi, menjadi senjata baru Kia melawan kompetitor Jepang di kelasnya.
Lexus memanfaatkan ajang ini untuk meluncurkan All-New ES generasi terbaru, mempertegas posisinya di segmen sedan premium. Honda juga ikut meramaikan dengan membawa nama legendarisnya, Prelude e, yang kembali hadir dengan teknologi hybrid modern.
Mitsubishi Motors memperkuat lini SUV-nya melalui Xforce HEV, varian hybrid pertama dari keluarga Xforce. Suzuki memperbarui New XL7 Hybrid dengan sentuhan baru pada eksterior, interior, dan fitur untuk meningkatkan daya saingnya di kelas SUV tujuh penumpang. Subaru turut menghadirkan All-New Outback generasi ketujuh, sementara Isuzu meresmikan D-Max terbaru dengan pembaruan pada desain, kemampuan off-road, dan fitur keselamatan.
Strategi Ganda di Tengah Dominasi Pasar
Gelombang peluncuran di GIIAS 2026 kali ini memperlihatkan pola yang menarik. Pabrikan Jepang masih mengandalkan reputasi dan keandalan untuk model-model konvensional, namun mulai serius menggarap elektrifikasi. Di sisi lain, merek China datang dengan strategi harga agresif dan adopsi teknologi baru seperti REEV yang relatif jarang digunakan pabrikan Jepang di Indonesia.
Bagi konsumen, pilihan di segmen SUV dan kendaraan elektrifikasi kini semakin luas. Pertarungan sengit antara pemain lama dan pendatang baru ini dipastikan akan mempengaruhi kebijakan harga dan fitur di pasar otomotif Indonesia sepanjang tahun 2026.