JAYAPURA — Bulog Papua memastikan stok beras premium tetap tersedia di ritel-ritel Kota Jayapura dengan harga di bawah HET. Kepala Perum Bulog Kanwil Papua Ahmad Mustari menyebutkan, sebanyak 15 ton beras premium dari berbagai merek sudah siap didistribusikan ke toko-toko mitra, termasuk jaringan ritel SAGA.
Beras premium yang disalurkan Bulog dijual Rp15.200 per kilogram. Angka itu Rp600 lebih rendah dari HET yang mencapai Rp15.800 per kilogram. "Ritel yang menjualnya bisa mendapat keuntungan dari selisih harga," kata Ahmad Mustari di Jayapura, Kamis.
Namun harga tersebut belum bersifat tetap. Bulog menyebut akan ada penyesuaian menjadi Rp15.400 per kilogram untuk pasokan berikutnya. Kenaikan ini dipicu oleh naiknya sejumlah komponen biaya penunjang distribusi.
Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan, Bulog Papua sudah mendatangkan tambahan 75 ton beras premium dari Surabaya. "Kenaikan harga baru akan diberlakukan terhadap 75 ton beras premium yang saat ini dalam perjalanan ke Jayapura," ujar Ahmad Mustari.
Meski ada kenaikan, Bulog tetap berharap para peritel tidak menjual di atas HET. "Walaupun ada kenaikan, kami berharap ritel menjual tidak melewati HET sehingga masyarakat tetap bisa menikmatinya," imbuhnya.
Selain Jayapura, beras premium Bulog juga mulai masuk ke ritel di Serui dan Biak. Jumlah yang dikirim ke dua daerah itu disesuaikan dengan permintaan masing-masing cabang. "Pengadaan dan penyaluran beras premium dilakukan langsung oleh cabang-cabang sesuai kebutuhan," kata Ahmad Mustari.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya Bulog menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan pokok di Papua. Masyarakat diharapkan bisa mengakses beras berkualitas dengan harga yang tetap terjangkau di tengah fluktuasi biaya logistik.