PAPUA — Jasad MH pertama kali ditemukan dalam posisi tertelungkup oleh anak korban yang dibantu warga di area persawahan Dusun Semanding, Desa Kalangsemanding, Kecamatan Perak. Pencarian dimulai setelah MH tak kunjung pulang sejak berangkat pukul 15.30 WIB dengan sepeda motor.
Sekitar pukul 17.20 WIB, anak korban bersama warga menyisir area persawahan. Mereka menemukan sepeda motor korban terparkir di tepi jalan kawasan Dusun Semanding. Kecurigaan muncul, dan pencarian diperluas hingga akhirnya jasad MH ditemukan di tengah sawah.
Keluarga yang sudah cemas sejak sore langsung melapor ke perangkat desa setempat. Tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban saat ditemukan.
Menurut keterangan keluarga, MH memiliki riwayat penyakit tekanan darah tinggi. Tim medis dari Puskesmas terdekat yang memeriksa lokasi kejadian menduga penyebab kematian adalah komplikasi hipertensi yang kambuh saat korban bekerja di sawah.
“Tidak ada luka atau bekas penganiayaan. Dugaan sementara korban meninggal karena sakit,” ujar salah satu perangkat desa yang enggan disebutkan namanya. Jenazah langsung dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan.
Peristiwa ini menyoroti risiko kesehatan yang dihadapi petani lanjut usia di pedesaan. Banyak dari mereka masih bekerja di sawah tanpa pengawasan atau alat komunikasi yang memadai. Hipertensi, yang umum diderita kelompok usia di atas 50 tahun, kerap tidak terdeteksi atau tidak diobati secara rutin.
Kepala Desa Kalangsemanding mengimbau warga untuk lebih waspada terhadap kondisi kesehatan anggota keluarga yang bekerja di ladang. “Jangan biarkan mereka bekerja sendirian, terutama jika memiliki riwayat penyakit,” katanya.
Peristiwa serupa sebelumnya pernah terjadi di beberapa daerah di Jawa Timur, memicu diskusi tentang perlunya jaminan kesehatan dan pendampingan bagi petani lansia. Namun, belum ada kebijakan khusus dari pemerintah kabupaten untuk menangani masalah ini.