PAPUA — Pertahanan Skotlandia yang kacau balau menjadi biang keladi kekalahan di Stadion Hard Rock, Miami. Tiga gol Brasil lahir berkat serangkaian kesalahan individu di lini belakang, membuat The Tartan Army harus gigit jari dan nyaris pasti tersingkir lebih awal.
Brasil unggul cepat melalui gol Raphinha di menit ke-12. Umpan terobosan Vinicius Jr tak mampu diantisipasi bek Skotlandia, dan winger Barcelona itu dengan tenang menyelesaikan peluang satu lawan satu dengan kiper.
Gol kedua datang 10 menit berselang. Lagi-lagi, kesalahan komunikasi di lini pertahanan Skotlandia dimanfaatkan Richarlison untuk menceploskan bola ke gawang kosong. Skotlandia tak mampu keluar dari tekanan samba Brasil sepanjang 45 menit pertama.
Memasuki babak kedua, Skotlandia mencoba bangkit dengan meningkatkan intensitas serangan. Namun, Brasil justru menambah pukulan telak di menit ke-63. Lucas Paqueta melepaskan tembakan jarak jauh yang melesat masuk setelah membentur kaki pemain bertahan Skotlandia.
Skor 3-0 bertahan hingga akhir pertandingan. Statistik mencatat Brasil mendominasi penguasaan bola hingga 68 persen dan melepaskan 15 tembakan, 7 di antaranya tepat sasaran.
Dengan kekalahan ini, Skotlandia tertahan di posisi ketiga klasemen Grup C dengan koleksi 3 poin. Mereka hanya bisa lolos jika hasil pertandingan lain antara Swiss dan Kamerun berakhir imbang, dan selisih gol Skotlandia lebih baik.
"Kami sangat kecewa. Kami membuat terlalu banyak kesalahan di laga sebesar ini," ucap Steve Clarke dalam konferensi pers usai pertandingan. "Kami masih punya peluang kecil, tapi itu di luar kendali kami sekarang."
Brasil, di sisi lain, tampil perkasa sejak awal turnamen dan diprediksi akan menjadi ancaman serius di fase gugur. Mereka akan menunggu lawan dari peringkat ketiga terbaik yang akan ditentukan setelah seluruh pertandingan penyisihan grup rampung.