JAYAPURA — Fluktuasi produksi ikan akibat perubahan iklim dan cuaca ekstrem mendorong Pemerintah Provinsi Papua mempercepat pembangunan fasilitas penyimpanan dingin atau cold storage. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Papua, Imam Djuniawal, menegaskan bahwa tanpa infrastruktur rantai dingin, hasil tangkapan nelayan di masa panen raya justru bisa menjadi masalah karena tidak terserap pasar.
“Produksi perikanan tidak selalu stabil. Ada masa tertentu hasil tangkapan melimpah, tetapi di waktu lain mengalami penurunan akibat faktor alam,” ujar Imam di Jayapura, Kamis.
Menurut Imam, cuaca menjadi variabel paling menentukan dalam aktivitas melaut di Papua. Saat musim barat tiba, ombak tinggi memaksa nelayan untuk berhenti melaut selama berhari-hari hingga berminggu-minggu. Sebaliknya, di musim teduh, hasil tangkapan bisa melimpah ruah dalam waktu singkat. Tanpa cold storage dan pabrik es, ikan hasil tangkapan berlebih hanya bertahan beberapa jam sebelum mengalami penurunan kualitas.
“Karena itu, dibutuhkan dukungan sarana seperti pabrik es dan cold storage agar kualitas ikan tetap terjaga hingga ke pasar,” katanya.
DKP Papua mendorong realisasi program Kampung Nelayan Merah Putih yang digagas Kementerian Kelautan dan Perikanan. Konsepnya bukan sekadar tempat tambat kapal, melainkan pusat aktivitas perikanan terpadu yang mencakup pendaratan ikan, penyimpanan dingin, pengolahan, hingga pemasaran. Imam menilai program ini bisa memutus rantai kerugian nelayan akibat harga jual yang jatuh saat pasokan melimpah.
“Dengan hadirnya koperasi nelayan yang ada nantinya diharapkan berperan sebagai penghubung antara nelayan dan pasar sehingga terdapat kepastian pembelian hasil tangkapan masyarakat pesisir,” kata Imam.
Pembangunan sektor perikanan di Papua tidak bisa lagi hanya berfokus pada peningkatan volume tangkapan. Imam menekankan perlunya membangun mata rantai usaha secara menyeluruh—dari bagaimana nelayan melaut, ke mana ikan dijual, hingga bagaimana produk olahan bisa bersaing di pasar modern. Tanpa itu, potensi perikanan Papua yang melimpah hanya akan dinikmati segelintir pihak.
“Pembangunan sektor perikanan tidak hanya berfokus pada peningkatan hasil tangkapan, tetapi juga harus membangun mata rantai usaha secara menyeluruh dari hulu hingga hilir agar potensi perikanan Papua dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” pungkasnya.
Pemprov Papua saat ini tengah menyusun peta kebutuhan infrastruktur cold storage di sejumlah titik strategis pesisir. Prioritas diberikan pada kawasan dengan aktivitas penangkapan tinggi namun minim akses pasar, seperti di Teluk Cenderawasih dan pesisir selatan Papua. DKP juga menjajaki kerja sama dengan BUMN dan pihak swasta untuk mempercepat pembangunan pabrik es di kampung-kampung nelayan.