PAPUA — Harga buyback atau harga beli kembali emas Antam juga naik Rp 15.000 menjadi Rp 2.475.000 per gram. Buyback adalah nominal yang diterima pemilik emas ketika menjual kembali emas batangan kepada Antam, sementara harga jual resmi ke konsumen adalah angka yang tercantum di awal.
Penguatan harga emas global didorong pelemahan dolar Amerika Serikat. Pelaku pasar juga menantikan data indeks harga produsen AS yang dijadwalkan rilis pukul 12.30 GMT, serta angka inflasi konsumen pada Jumat pekan ini.
Harga Emas Antam Hari Ini
Mengutip laman logammulia.com, harga emas Antam hari ini dipatok Rp 2.625.000 per gram, naik dari perdagangan sebelumnya Rp 2.610.000 per gram. Harga emas Antam pernah mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah pada Kamis (29/1/2026), yakni Rp 3.168.000 per gram, dengan buyback Rp 2.989.000 per gram.
Rincian harga emas Antam Kamis (10/9/2026):
- 0,5 gram: Rp 1.362.500
- 1 gram: Rp 2.625.000
- 2 gram: Rp 5.190.000
- 3 gram: Rp 7.760.000
- 5 gram: Rp 12.900.000
- 10 gram: Rp 25.745.000
- 25 gram: Rp 64.237.000
- 50 gram: Rp 128.395.000
- 100 gram: Rp 256.712.000
- 250 gram: Rp 641.515.000
- 500 gram: Rp 1.282.820.000
- 1.000 gram: Rp 2.565.600.000
Harga Emas di Pegadaian
Harga emas yang dijual Pegadaian melalui tiga produk logam mulia, yakni Galeri24, Antam, dan UBS, bergerak naik pada perdagangan Kamis (10/9/2026). Harga emas Antam masih menjadi yang termahal di antara ketiganya.
Harga emas Galeri24 ukuran 1 gram dipatok Rp 2.574.000, emas Antam ukuran yang sama dibanderol Rp 2.665.000 per gram, dan UBS Rp 2.600.000 per gram. Dibandingkan perdagangan Rabu (9/9/2026), harga Galeri24 naik Rp 14.000 per gram, Antam meningkat Rp 15.000 per gram, dan UBS naik Rp 15.000 per gram.
Dari sisi pilihan ukuran, Galeri24 tersedia mulai 0,5 gram hingga 1.000 gram. Antam tersedia mulai 0,5 gram hingga 100 gram, sedangkan UBS menawarkan pilihan mulai 0,5 gram hingga 500 gram.
Faktor Pendorong Harga Emas
Analis Marex, Edward Meir, menilai perkembangan geopolitik di Teluk Persia menjadi faktor sekunder bagi emas. "Untuk saat ini, perkembangan geopolitik di Teluk Persia menjadi faktor sekunder bagi emas. Sebaliknya, pergerakan emas lebih dipengaruhi oleh dolar AS yang melemah," ujar Edward.
Analis ANZ, Daniel Hynes, menambahkan harga emas mendapat dukungan karena tekanan fiskal AS terus menggerus kepercayaan terhadap nilai jangka panjang utang pemerintah. Bulan lalu, total utang AS melampaui US$ 40 triliun atau Rp 701.080 triliun untuk pertama kali, memicu peringatan baru mengenai potensi krisis fiskal.
Di sisi geopolitik, Iran pada Rabu pekan ini menyatakan telah menyerang 10 kapal di dekat Selat Hormuz setelah AS menenggelamkan lima kapal tanker minyak Iran. Ini merupakan gelombang serangan terbesar terhadap kapal-kapal oleh kedua belah pihak sejak dimulainya perang yang telah berlangsung selama enam bulan.
CME FedWatch Tool menunjukkan pasar memperhitungkan peluang sebesar 60% untuk kenaikan suku bunga AS bulan ini. Suku bunga yang lebih tinggi umumnya membuat aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas menjadi kurang menarik bagi investor.
Penutup: Harga emas Antam bersifat fluktuatif dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar. Bagi investor, kenaikan hari ini menegaskan posisi emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian kebijakan moneter AS dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah.