Musik Gerejawi Nusantara Jadi Kategori Paling Dinanti di Pesparawi Nasional XIV Manokwari, Angkat Budaya Lokal Lewat Pujian

Penulis: Udin Syamsul  •  Sabtu, 27 Juni 2026 | 18:01:01 WIB
Peserta Pesparawi Nasional XIV menampilkan musik gerejawi dengan sentuhan budaya lokal di Manokwari.

MANOKWARI — Kategori Musik Gerejawi Nusantara menjadi salah satu daya tarik utama dalam penyelenggaraan Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026 di Manokwari, Papua Barat. Berbeda dengan kategori paduan suara gerejawi pada umumnya, lomba ini mewajibkan peserta memadukan nilai-nilai iman Kristen dengan kekayaan seni musik tradisional dari berbagai daerah di Indonesia. Aransemen lagu yang dikemas menggunakan bahasa daerah, ritme tradisional, serta sentuhan budaya lokal menjadikan setiap penampilan memiliki karakter dan keunikan tersendiri.

Bukan Sekadar Lomba, Tapi Panggung Pelestarian Budaya

Kategori ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang bagi para peserta untuk mengeksplorasi, mengapresiasi, dan memperkenalkan warisan budaya Nusantara kepada masyarakat luas melalui puji-pujian kepada Tuhan. Setiap kontingen menampilkan kreativitas dengan mengangkat identitas budaya daerah masing-masing tanpa meninggalkan esensi musik gerejawi. Harmoni yang tercipta menjadi simbol bahwa keberagaman budaya Indonesia dapat berpadu dalam semangat persaudaraan dan penguatan iman.

Harapan Penyelenggara: Menginspirasi Generasi Muda

Penyelenggara berharap kehadiran Musik Gerejawi Nusantara mampu menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus mencintai musik gerejawi yang berakar pada budaya bangsa. Kategori ini dinilai strategis untuk menjaga kelestarian tradisi di tengah perkembangan zaman yang semakin modern. Selain memperkaya warna kompetisi, kategori ini juga menjadi wujud nyata bahwa musik dapat menjadi media pemersatu bangsa, mempererat persaudaraan, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat luas.

Melalui harmoni budaya Nusantara, Pesparawi tidak hanya menjadi panggung perlombaan paduan suara gerejawi, tetapi juga menjadi ruang pelestarian budaya yang memuliakan Tuhan dalam keberagaman Indonesia. (jp/rls)

Reporter: Udin Syamsul
Sumber: jagatpapua.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top