SENTANI — Ratusan kader dan pengurus PDIP Papua berkumpul di kompleks pemakaman Marthen Indey untuk mendoakan dan menaburkan bunga. Prosesi dimulai dengan mengheningkan cipta yang dipimpin langsung oleh Ketua DPD PDIP Papua, Benhur Tomi Mano.
Ziarah ini bukan sekadar agenda tahunan. Benhur menegaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum refleksi sejarah perjuangan bangsa, terutama di tanah Papua.
“Ini bukan sekadar seremoni, tetapi momentum untuk menundukkan kepala, merenungkan sejarah, dan meneguhkan komitmen terhadap cita-cita perjuangan bangsa,” ujar Benhur dalam sambutannya.
Benhur mengingatkan seluruh kader untuk tidak melupakan pesan Presiden Soekarno tentang “Jas Merah” atau jangan sekali-kali melupakan sejarah. Menurutnya, semangat itu sangat relevan bagi pembangunan Papua saat ini.
“Perjuangan para pendahulu harus menjadi sumber inspirasi untuk membangun Papua yang maju, adil, berdaulat, dan sejahtera,” kata mantan Wali Kota Jayapura itu.
Marthen Indey sendiri merupakan putra Papua yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada 1993. Ia dinilai memiliki peran besar dalam memperjuangkan kemerdekaan dan memperkuat persatuan bangsa.
Usai prosesi tabur bunga, Benhur Tomi Mano menyerahkan bingkisan berupa bahan makanan kepada ahli waris Marthen Indey. Ketua DPD PDIP Papua menyebut hal itu sebagai bentuk penghormatan dan kepedulian partai kepada keluarga pahlawan.
Ketua Tim Penggerak Bulan Bung Karno, Joni Y. Betaubun, menambahkan bahwa persiapan ziarah sudah dilakukan sejak beberapa hari sebelumnya. Kader partai bersama keluarga ahli waris bergotong royong membersihkan area makam pada Jumat hingga Minggu.
“Sejak beberapa hari lalu kami sudah berkoordinasi dengan keluarga. Pembersihan area makam dilakukan, sehingga hari ini kita bisa melaksanakan puncak kegiatan ziarah dengan baik,” ujar Joni yang juga menjabat Ketua Komisi IV DPR Papua.
Ziarah ini dihadiri jajaran pengurus DPC PDIP Kota dan Kabupaten Jayapura, Fraksi PDIP DPR Papua, hingga pengurus PAC serta simpatisan. Dalam kesempatan itu, Benhur mengajak seluruh kader untuk terus merawat semangat nasionalisme dan menjaga warisan perjuangan para pahlawan.
“Kita tidak hanya mengenang, tetapi juga harus meneladani semangat pengabdian kepada rakyat. Kecintaan kepada tanah kelahiran harus diwujudkan melalui kerja nyata, persatuan, dan pengorbanan untuk kepentingan yang lebih besar,” pungkasnya.