Sektor Pertanian Masih Dominasi Tenaga Kerja di Papua, Tembus 93 Persen di Papua Pegunungan

Penulis: Reza Maulana  •  Sabtu, 04 Juli 2026 | 18:21:01 WIB
Tenaga kerja di Papua Pegunungan didominasi sektor pertanian sebesar 93,08 persen.

JAYAPURA — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua merilis data struktur ketenagakerjaan yang menunjukkan dominasi luar biasa sektor pertanian di wilayah Pegunungan Tengah. Kepala KPw BI Provinsi Papua Warsono mengungkapkan, di Provinsi Papua Pegunungan, sektor pertanian menyerap 93,08 persen tenaga kerja. Sementara di Provinsi Papua Tengah, angkanya mencapai 75,77 persen.

"Kondisi tersebut menunjukkan sektor pertanian masih menjadi penopang utama lapangan pekerjaan di sebagian besar wilayah Papua," kata Warsono di Jayapura, Jumat.

Dominasi Sektor Informal dan Angka Pengangguran yang Kontras

Tingginya angka serapan di sektor pertanian berjalan seiring dengan dominasi pekerja di sektor informal. Di Papua Pegunungan, proporsi pekerja informal mencapai 95,37 persen dari total angkatan kerja yang bekerja. Kondisi ini menghasilkan angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang sangat rendah, hanya 1,70 persen.

Angka tersebut berbanding terbalik dengan Provinsi Papua yang mencatat TPT tertinggi di kawasan ini, yakni 7,02 persen. Namun, Warsono mengingatkan bahwa rendahnya angka pengangguran di Papua Pegunungan belum sepenuhnya mencerminkan kualitas pasar kerja yang baik.

"Sebagian besar masyarakat masih bekerja di sektor informal dengan tingkat produktivitas yang relatif rendah," ujarnya.

Kaitan Erat dengan Tingkat Kemiskinan yang Masih Tinggi

Data Badan Pusat Statistik (BPS) per September 2025 menunjukkan, seluruh provinsi di Papua dan daerah otonomi baru (DOB) masih mencatat persentase penduduk miskin di atas rata-rata nasional yang sebesar 8,25 persen. Provinsi Papua mencatat tingkat kemiskinan terendah di kawasan ini, yaitu 17,82 persen.

Kondisi paling berat terjadi di Provinsi Papua Tengah dengan angka kemiskinan 29,45 persen, disusul Papua Pegunungan sebesar 27,21 persen, dan Papua Selatan 19,26 persen. Tingginya garis kemiskinan, khususnya garis kemiskinan makanan, menjadi faktor utama yang membentuk angka kemiskinan di wilayah ini.

Warsono menekankan perlunya langkah strategis untuk mengubah struktur ketenagakerjaan ini. "Penguatan produktivitas tenaga kerja, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pengembangan sektor-sektor ekonomi bernilai tambah perlu terus didorong," tegasnya.

Ia menambahkan, upaya ini diharapkan mampu menurunkan angka kemiskinan secara berkelanjutan dan menciptakan pasar kerja yang lebih berkualitas di Tanah Papua.

Reporter: Reza Maulana
Sumber: papua.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top