Unicef Papua Latih Guru di Jayapura Tangani Gizi Anak Sekolah, Sinkronkan Program dengan Puskesmas

Penulis: Reza Maulana  •  Rabu, 08 Juli 2026 | 13:22:11 WIB
Unicef Papua melatih guru di Jayapura untuk mendeteksi dan menangani masalah gizi anak sekolah.

Unicef Papua menggandeng Dinas Pendidikan setempat untuk memastikan guru tidak hanya mengajar, tetapi juga mampu mendeteksi dan menangani masalah gizi pada anak di lingkungan sekolah. Nutriniton Officer Unicef Tanah Papua Dwi Kristanto mengatakan, keterampilan guru dalam layanan gizi menjadi kunci agar program prioritas nasional seperti cek kesehatan gratis bisa berjalan efektif pada tahun ajaran baru.

"Kegiatan ini juga untuk memastikan ketrampilan dan pemahaman dari para guru di satuan pendidikan guna melaksanakan bagaimana layanan gizi itu, dan ini juga termasuk dengan program prioritas nasional yaitu cek kesehatan gratis bisa dilakukan pada tahun ajaran baru," kata Dwi di Jayapura, Selasa.

Ketidaksinkronan Sekolah dan Puskesmas Jadi Kendala

Selama ini, layanan kesehatan dan gizi di sekolah-sekolah Papua masih berjalan secara sektoral. Masing-masing instansi, baik dari dinas kesehatan maupun pendidikan, bergerak sendiri tanpa koordinasi yang padu. Akibatnya, program-program gizi tidak berjalan optimal dan data kondisi anak seringkali tidak terintegrasi.

"Selama ini masih berjalan sektoral baik itu kesehatan maupun pendidikan, sehingga dengan adanya kegiatan ini guru bisa sadar bahwa selain kegiatan belajar mengajar dan MBG, penting juga layanan gizi dan kesehatan harus ada di sekolah," ujar Dwi.

Melalui pelatihan ini, Unicef ingin memadukan dua sektor tersebut. Sekolah champion yang menjadi pilot project diharapkan bisa menjadi model bagi satuan pendidikan lain di Tanah Papua.

Guru Akui Tanggung Jawab Gizi Tak Hanya di Pundak Orang Tua

Guru SD Negeri Holtekamp, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Melinda Latupono, mengakui pemahaman tentang gizi sangat penting bagi para pendidik. Ia mencontohkan, kualitas makanan yang dikonsumsi anak sangat mempengaruhi konsentrasi dan perkembangan mereka selama di sekolah.

"Karena selain proses pembelajaran, kualitas gizi anak juga harus diperhatikan dan makanan juga dapat mempengaruhi perkembangan anak sehingga memang ini juga menjadi tanggung jawab kami (para guru) selain orang tua siswa," kata Melinda.

Target: Mewujudkan Sekolah Sehat di Papua

Unicef menargetkan melalui program ini, sekolah dan madrasah di Papua mampu mewujudkan lingkungan sekolah yang sehat. Tidak hanya menyediakan makanan bergizi, tetapi juga memiliki sistem pemantauan kesehatan dan gizi yang terstruktur.

"Kami ingin baik sekolah maupun madrasah mewujudkan sekolah maupun madrasah memahami layanan gizi, sehingga ke depan dapat terwujud sekolah sehat," tegas Dwi.

Reporter: Reza Maulana
Sumber: papua.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top