JAYAPURA — PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) telah merilis jadwal terbaru kapal KM Dobonsolo untuk rute Jayapura-Sorong selama bulan Juli 2026. Kapal dengan kapasitas besar ini dijadwalkan melayani penumpang sebanyak dua kali dalam sepekan, memberikan opsi perjalanan laut yang lebih teratur bagi masyarakat di dua kota tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, KM Dobonsolo akan bertolak dari Pelabuhan Jayapura setiap hari Senin dan Kamis. Sementara itu, dari Pelabuhan Sorong, kapal dijadwalkan berangkat setiap hari Rabu dan Sabtu. Waktu tempuh pelayaran diperkirakan berkisar antara 18 hingga 22 jam, tergantung kondisi cuaca dan arus laut.
Jadwal ini berlaku mulai pekan pertama Juli 2026. Calon penumpang disarankan untuk tiba di pelabuhan setidaknya dua jam sebelum keberangkatan guna mengurus tiket dan dokumen perjalanan.
Untuk kelas ekonomi, Pelni membanderol tiket KM Dobonsolo rute Jayapura-Sorong mulai dari Rp 250.000 per orang. Harga ini belum termasuk biaya asuransi dan administrasi pelabuhan. Selain kelas ekonomi, tersedia juga kelas bisnis dan VIP dengan fasilitas tempat tidur yang lebih nyaman serta akses ke ruang ber-AC.
Di atas kapal, penumpang dapat menikmati fasilitas kantin, musala, dan ruang kesehatan. KM Dobonsolo juga dilengkapi dengan sistem keselamatan terkini, termasuk sekoci dan pelampung yang tersedia di setiap titik strategis.
Pelni membuka pemesanan tiket melalui aplikasi Pelni Mobile, situs resmi pelni.co.id, serta loket di pelabuhan. Pembelian secara daring disarankan untuk menghindari antrean panjang, terutama pada akhir pekan atau musim liburan. Tiket dapat dibeli mulai H-30 sebelum keberangkatan.
Bagi warga yang tidak memiliki akses internet, Pelni tetap menyediakan loket fisik di Pelabuhan Jayapura dan Sorong yang buka setiap hari mulai pukul 08.00 WIT hingga 16.00 WIT.
Memasuki bulan Juli, perairan Papua umumnya memasuki musim angin timur yang dapat memicu gelombang tinggi di beberapa titik. Pelni mengimbau penumpang yang memiliki riwayat mabuk laut untuk menyiapkan obat anti-mabuk. Kapal juga akan tetap berlayar selama kondisi cuaca masih dinyatakan aman oleh BMKG.
Penumpang diharapkan membawa perlengkapan pribadi secukupnya, mengingat ruang penyimpanan di kapal terbatas. Barang berharga disarankan untuk disimpan di bagasi kabin yang tersedia.