JAYAPURA — Kogabwilhan III tidak akan menempatkan personel di semua lapangan terbang, melainkan hanya di titik-titik yang dinilai paling rawan. Letjen TNI Lucky Avianto mengungkapkan bahwa beberapa lokasi penembakan, baik terhadap warga sipil maupun pilot, selama ini terjadi di area yang tidak dijaga aparat keamanan.
Menurut Letjen Lucky, fakta di lapangan menunjukkan bahwa korban berjatuhan justru di tempat-tempat yang kosong dari kehadiran TNI atau Polri. "Lokasi beberapa kasus penembakan, baik terhadap masyarakat maupun pilot, di wilayah itu tidak ada aparat keamanannya," katanya saat dihubungi ANTARA dari Jayapura, Rabu.
Padahal, lanjut dia, para korban tersebut tidak berdosa. Kondisi ini yang mendorong Kogabwilhan III untuk segera mengirim personel ke lapangan terbang yang masuk kategori rawan. Proses persiapan saat ini masih berjalan dan pihaknya berharap segera tuntas.
Langkah pengamanan ini menjadi prioritas setelah insiden penembakan yang menewaskan Pilot AMA Nicholas Goselin di Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Jenazah pilot berkebangsaan Amerika Serikat itu sebelumnya dievakuasi oleh personel Satgas Koops TNI Habema pada Jumat (3/7) lalu.
Peristiwa tersebut menambah daftar panjang aksi kekerasan KKB yang menyasar warga sipil dan awak pesawat di wilayah terpencil Papua. Lapangan terbang di daerah pegunungan kerap menjadi satu-satunya akses logistik dan transportasi, sehingga pengamanannya menjadi krusial.
Letjen TNI Lucky Avianto menegaskan bahwa TNI akan berupaya semaksimal mungkin memberikan rasa aman kepada seluruh masyarakat di Papua. Ia juga mengajak semua elemen bangsa untuk mendukung upaya menciptakan keamanan di Bumi Cenderawasih.
"Mari kita wujudkan Papua yang aman, damai dan sejahtera dalam bingkai NKRI," kata Letjen TNI Lucky Avianto.