JAYAPURA — Sebanyak 124 pelajar Orang Asli Papua (OAP) resmi diberangkatkan untuk melanjutkan pendidikan jenjang SMA dan SMK di lima provinsi di Indonesia. Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) ini merupakan kolaborasi Pemerintah Provinsi Papua dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Penjabat Sekretaris Daerah Papua, Christian Sohilait, melepas para pelajar di Jayapura pada Senin (15/4). Ia menekankan bahwa program ini bukan sekadar pengiriman siswa, melainkan investasi jangka panjang bagi sumber daya manusia Papua.
Para pelajar akan menempuh pendidikan di Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, dan Bali. Mereka berasal dari sembilan kabupaten dan kota di Provinsi Papua dan telah melewati proses seleksi ketat.
Christian Sohilait memastikan bahwa seluruh kebutuhan peserta selama mengikuti pendidikan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah pusat. "Mulai dari biaya sekolah, uang sekolah (SPP), tempat tinggal, hingga biaya hidup selama menempuh pendidikan di luar Papua," ujarnya.
Menurutnya, skema pembiayaan ini merupakan bentuk keberpihakan negara dalam memberikan akses pendidikan setara bagi anak-anak Papua tanpa dibebani persoalan biaya.
Dalam sambutannya, Christian Sohilait berpesan kepada para pelajar untuk menjaga nama baik daerah. "Anak-anak yang berangkat hari ini adalah wajah Papua di daerah lain. Tunjukkan bahwa pelajar Papua mampu berprestasi, memiliki karakter yang baik, serta mampu beradaptasi dengan lingkungan yang baru," katanya.
Ia menambahkan bahwa pengalaman belajar di luar Papua diharapkan dapat memperluas wawasan sekaligus membentuk karakter kepemimpinan para siswa. Kompetensi dan jejaring yang diperoleh selama di perantauan kelak akan dibutuhkan dalam pembangunan daerah Papua.
Program ADEM merupakan salah satu instrumen afirmasi pendidikan yang dirancang untuk mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayah Papua dan Papua Barat. Pemerintah menargetkan agar para lulusan program ini dapat kembali dan menjadi motor penggerak pembangunan di kampung halaman masing-masing.
Provinsi Papua sendiri masih menghadapi tantangan dalam hal pemerataan akses pendidikan berkualitas. Melalui program ini, pemerintah berupaya menjembatani kesenjangan dengan memberikan kesempatan belajar di sekolah-sekolah unggulan di Pulau Jawa dan Bali.