SENTANI — Kenaikan tidak hanya terjadi pada jumlah penerbangan. Data yang dirilis Kamis (pekan lalu) menunjukkan angkutan kargo udara di Bandara Sentani juga tumbuh tiga persen, melayani 47.795.347 kilogram barang selama enam bulan pertama tahun ini. Angka itu meningkat dari 46.322.870 kilogram pada semester I-2025.
Sementara itu, jumlah penumpang yang dilayani mencapai 797.350 orang. Humas Bandara Sentani, Citra Mahesa Nusantara, menyebut pertumbuhan ini menjadi indikator kuat bahwa transportasi udara tetap menjadi moda utama bagi masyarakat Papua.
"Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa aktivitas distribusi barang, logistik, serta kebutuhan masyarakat di wilayah Papua tetap tumbuh secara konsisten dan menjadikan transportasi udara sebagai moda utama," kata Mahesa dalam keterangannya.
Peningkatan jumlah pergerakan pesawat, menurut dia, menandakan aktivitas operasional di Bandara Sentani berlangsung dinamis. Hal ini juga mengindikasikan adanya penyesuaian komposisi layanan penerbangan, termasuk optimalisasi penerbangan perintis yang menghubungkan daerah-daerah terpencil di Papua.
Dari data yang dihimpun, rute penerbangan dari dan menuju Bandara Sentani masih didominasi oleh lima kota utama. Kelimanya adalah Jakarta, Makassar, Wamena, Timika, dan Merauke. Rute-rute ini menjadi tulang punggung konektivitas udara yang menghubungkan Papua dengan pusat-pusat ekonomi nasional maupun antarwilayah di Tanah Papua sendiri.
Bandara Sentani berkomitmen untuk terus menghadirkan pelayanan yang aman, selamat, nyaman, dan berstandar internasional. "Kami juga mendukung transformasi PT Angkasa Pura Indonesia dalam mewujudkan konektivitas udara nasional yang semakin kuat, berkelanjutan, dan berdaya saing," ujar Mahesa.
Peningkatan aktivitas ini tidak lepas dari peran penerbangan perintis dan layanan logistik yang terus dioptimalkan. Bagi warga di pegunungan tengah dan pesisir Papua, pesawat bukan sekadar alat transportasi, melainkan jalur hidup untuk distribusi bahan pokok, obat-obatan, dan kebutuhan mendesak lainnya.
Dengan tren positif di semester pertama, manajemen bandara optimistis kinerja serupa akan berlanjut hingga akhir tahun. Kenaikan pergerakan pesawat dan volume kargo menjadi sinyal bahwa roda perekonomian di Bumi Cenderawasih terus berputar, ditopang oleh keandalan infrastruktur udaranya.