Pertamina Siapkan Transisi B40 ke B50, Impor Solar Bisa Turun 18 Juta Kiloliter

Penulis: Toni Haryadi  •  Minggu, 12 Juli 2026 | 12:12:31 WIB
Pertamina menyiapkan infrastruktur untuk transisi mandatori biodiesel B40 ke B50.

PAPUA — Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, mengatakan perseroan telah menyiapkan infrastruktur dan sistem distribusi untuk menyambut program mandatori B50. Program ini resmi diluncurkan Presiden Prabowo Subianto pada 9 Juli 2026.

"Sesuai ketentuan pemerintah, Program Mandatori B50 akan memasuki masa transisi hingga 30 September 2026. Selama periode tersebut, Pertamina melakukan penyesuaian penyaluran secara bertahap," ujar Simon dalam keterangan resmi, Sabtu (11/7/2026).

Penurunan Impor hingga 310 Ribu Barel per Hari

Pertamina memperkirakan implementasi penuh B50 bisa menekan impor solar sekitar 18 juta kiloliter pada 2026. Angka itu setara dengan 310 ribu barel per hari. Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat kemandirian energi nasional dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak (BBM) impor.

Program B50 merupakan kelanjutan dari mandatori B40 yang sebelumnya berjalan. Peningkatan kadar campuran biodiesel dari minyak sawit ini diharapkan mampu menyerap lebih banyak produksi dalam negeri sekaligus menghemat devisa negara.

Penyaluran Bertahap untuk Jaga Stabilitas Pasokan

Selama masa transisi, Pertamina akan menyesuaikan volume penyaluran biosolar baru secara bertahap. Hal ini dilakukan agar distribusi tetap lancar dan tidak menimbulkan gejolak di lapangan. Perusahaan juga memastikan rantai pasok bahan baku biodiesel telah siap mendukung kebutuhan nasional.

"Pertamina siap menjalankan penugasan pemerintah dalam pelaksanaan Program Mandatori Biodiesel B50. Kami terus menjaga keandalan pasokan energi nasional selama proses peralihan," kata Simon.

Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah memperkuat ketahanan energi melalui pemanfaatan energi domestik. Dengan peningkatan konsumsi biodiesel, Indonesia diharapkan semakin mandiri dan tidak terlalu bergantung pada fluktuasi harga minyak dunia.

Reporter: Toni Haryadi
Sumber: idxchannel.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top