MALANG — Ratusan pelajar dari Tanah Papua itu telah berada di Jawa Timur sejak 5 Juli 2026. Sepekan terakhir, mereka menjalani pendidikan karakter di Yonif 512 bersama TNI Angkatan Darat sebelum akhirnya mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) mulai Senin (13/7/2026).
Dalam acara serah terima di Kota Malang, Gubernur Khofifah menegaskan komitmennya melindungi para pelajar ADEM selama berada di Jatim. "Selama kalian belajar di Jawa Timur, saya adalah ibu kalian," ujarnya di hadapan 152 siswa.
Menurut Khofifah, program ini bukan sekadar pemerataan akses pendidikan. Lebih dari itu, ADEM menjadi ruang perjumpaan antarbudaya yang memperkuat persaudaraan dan kebinekaan Indonesia.
Ketua Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Velix Vernando Wanggai, mengingatkan bahwa seluruh peserta merupakan siswa terpilih dari ribuan pelajar di 42 kabupaten se-Tanah Papua. Rinciannya, 40 siswa dari Papua Pegunungan, 35 dari Papua Selatan, 30 dari Papua Tengah, 32 dari Papua dan Jayapura, serta 15 dari Papua Barat.
"Kalian adalah anak-anak yang terpilih dari ribuan pelajar. Kesempatan ini harus disyukuri dengan belajar sungguh-sungguh," kata Velix.
Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai menjelaskan, para pelajar akan disebar ke Kota Batu, Kota Malang, Kabupaten Malang, Pasuruan, Kota Kediri, Madiun, Probolinggo, Tuban, Jember, dan Nganjuk. Pemprov Jatim menyediakan pendampingan termasuk dukungan psikologis agar para siswa mampu beradaptasi dengan lingkungan baru.
"Kami berharap saat tiba di daerah tujuan, anak-anak tidak mengalami culture shock karena sudah memiliki bekal mengenai kehidupan di Jatim," ujar Aries.
Selama seminggu terakhir, para siswa menjalani pendidikan karakter di Yonif 512. Materi yang diberikan meliputi wawasan kebangsaan, bela negara, kepemimpinan, motivasi belajar, hingga pengenalan budaya masyarakat Jawa Timur.
Khofifah menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Puslapdik yang kembali mempercayakan Jatim sebagai provinsi penyelenggara ADEM. Aries menambahkan, capaian peserta ADEM angkatan sebelumnya cukup membanggakan. Banyak lulusan berhasil menembus perguruan tinggi negeri melalui jalur SNBP, SNBT, hingga sekolah kedinasan.
Selain peserta dari Papua, program ADEM tahun ini juga menerima siswa repatriasi dari Kuala Lumpur yang sebelumnya terkendala administrasi. Mereka kini dipastikan dapat melanjutkan pendidikan di Jatim dan akan ditempatkan di Jember, Lumajang, Blitar, dan Malang.