JAYAPURA — Sebanyak puluhan siswa SMA Negeri 1 Jayapura kini memiliki pengalaman langsung memproduksi media cetak setelah mengikuti program pelatihan jurnalistik yang digagas Suara Papua. Puncak kegiatan ditandai dengan penyerahan tabloid Burhan kepada pihak sekolah pada Senin (13/7/2026).
Tabloid tersebut dicetak dan akan didistribusikan ke seluruh siswa serta perpustakaan sekolah. Proses produksinya melibatkan siswa secara penuh, mulai dari perencanaan liputan, wawancara, hingga penulisan berita.
Elisa Sekenyap, Pemimpin Umum Suara Papua, menyampaikan apresiasi terhadap dedikasi siswa SMAN 1 Jayapura. Menurutnya, peran tim Suara Papua hanya sebatas pelatih dan pendamping saat peliputan di lingkungan sekolah.
“Ini kerja luar biasa dari siswa. Kami hanya melatih dan pendampingi siswa dalam peliputan di lingkungan sekolah. Sementara yang melakukan wawancara dan menulis adalah siswa-siswi itu sendiri,” ujar Elisa.
Ia berharap tim tabloid Burhan yang telah terbentuk dan dipimpin oleh Farhah dapat terus berjalan. Regenerasi menjadi perhatian utama agar kegiatan ini tidak berhenti setelah siswa inti lulus.
“Berharap agar setelah siswa yang terlibat dalam tim ini, yang dipimpin oleh Farhah [ketua tim] selesai pendidikan, generasi baru SMA bisa melanjutkannya. Dengan harapan tabloid ini dan tim yang ada bisa menjadi wadah pembelajaran bagi siswa,” ucapnya.
Suteki, guru Bahasa Indonesia SMAN 1 Jayapura yang mendampingi tim tabloid, mengucapkan terima kasih kepada Suara Papua. Ia menilai pengetahuan jurnalistik yang diberikan merupakan tambahan berharga bagi siswa.
“Kami dari sekolah menyampaikan terima kasih kepada tim Suara Papua. Semoga apa yang telah dibagikan dapat dipergunakan siswa-siswi di sini [SMA Negeri 1 Jayapura],” kata dia.
Siswa tidak hanya belajar secara akademis, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung di dunia jurnalistik. Suteki berharap program serupa bisa kembali digelar di sekolahnya.
“Ini menjadi nilai tambah bagi siswa-siswi kami di sekolah ini,” tambahnya.
Farhaln Z. Pangestu, Pemimpin Redaksi tabloid Burhan, mengaku senang dan bersemangat menjalankan peran barunya. Ia menilai kegiatan ini membuka wawasan siswa yang sebelumnya tidak tahu tentang jurnalistik menjadi paham proses pembuatan berita.
Menurut Farhah, program pelatihan dan pendampingan seperti ini belum pernah ada di SMA Negeri 1 Jayapura. Ia berharap kegiatan serupa terus berlanjut.
“Siswa yang terlibat dalam kegiatan ini sangat baik, terutama kebaikan bagi SMANSA, apalagi bisa melakukan wawancara dan menulisnya menjadi berita,” pungkasnya.