TNI AL Tanam Kedelai 20 Hektare di Keerom, Target Perluasan Lahan Capai 100 Hektare

Penulis: Vicky Prasetya  •  Jumat, 17 Juli 2026 | 23:33:31 WIB
TNI AL memulai penanaman perdana kedelai seluas 20 hektare di Kabupaten Keerom, Papua, sebagai tahap awal perluasan lahan hingga 100 hektare.

KEEROM — Komandan Kodaeral X Jayapura, Mayjen TNI (Mar) Sugianto, memimpin langsung kegiatan penanaman kedelai di Kabupaten Keerom, Kamis (17/7/2026). Kegiatan ini dihadiri Ketua Daerah Kodaeral X Gabungan Jalasenastri Koarmada RI, Rita Sugianto, serta unsur forkopimda, kelompok tani, dan koperasi setempat.

Penanaman perdana seluas 20 hektare ini merupakan tahap awal dari rencana pengembangan lahan kedelai seluas 100 hektare di wilayah Keerom. Sisanya, 80 hektare, akan dikembangkan secara bertahap ke depan.

Produksi Kedelai Nasional Baru Penuhi 20 Persen Kebutuhan

Sugianto menjelaskan, kebutuhan kedelai nasional mencapai sekitar 8 juta ton per tahun, sementara produksi dalam negeri baru mampu memenuhi sekitar 20 persen dari kebutuhan tersebut. Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang untuk meningkatkan produksi melalui perluasan lahan pertanian.

“Ini menjadi kewajiban kita bersama untuk mendukung pemerintah menuju swasembada kedelai,” ujar Sugianto dalam sambutannya.

Program budidaya kedelai ini dilaksanakan secara serentak melalui video conference yang terpusat di Malang dan dipimpin langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto.

Harga Jual Petani Rp7.500 per Kilogram, Pasar Sudah Siap Serap

Komandan Kodaeral X memastikan hasil panen kedelai nantinya memiliki pasar yang jelas. Koperasi Produsen Bina Ekonomi Bersama bersama kelompok tani dari Kampung Baburia, Kampung Kuimi, dan Kampung Bukuya telah menyiapkan skema pembelian hasil produksi.

“Kita tidak ada masalah untuk hilirisasinya. Koperasi siap membeli hasil dari masyarakat, kemudian akan disalurkan ke daerah yang membutuhkan, khususnya di Pulau Jawa,” jelas Sugianto.

Harga pembelian awal kedelai ditetapkan sekitar Rp7.500 per kilogram. Sementara di Pulau Jawa, harga kedelai dapat mencapai Rp10.000 hingga Rp12.000 per kilogram. Selain koperasi, perusahaan besar seperti Indofood, Nestlé, asosiasi pedagang tahu-tempe, dan Perum Bulog juga telah menyatakan kesiapan menyerap hasil produksi.

Dukung Industri Pangan dan Pakan Ternak di Papua

Pengembangan kedelai di Keerom juga berkaitan dengan pembangunan industri pangan di wilayah tersebut. Pemprov Papua sebelumnya telah memulai pembangunan pabrik pakan ternak di kawasan Kondos, Keerom, yang membutuhkan kedelai sebagai bahan baku selain jagung.

Staf Ahli Gubernur Papua, Origenes Kambuaya, menyampaikan apresiasi dan dukungan Pemprov terhadap program tersebut. “Atas nama Pemerintah Provinsi Papua, kami memberikan penghargaan dan terima kasih kepada Kementerian serta seluruh jajaran yang telah memberikan perhatian bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua, khususnya di Kabupaten Keerom,” katanya.

Bakti Sosial untuk 250 Warga

Selain penanaman kedelai, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan bakti kesehatan bagi 250 masyarakat serta pembagian 250 paket sembako sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap warga sekitar.

Melalui program ini, Kodaeral X berharap Papua tidak hanya menjadi wilayah konsumsi pangan, tetapi mampu berkembang menjadi salah satu sentra produksi pangan nasional yang memberikan manfaat langsung bagi petani dan masyarakat.

Reporter: Vicky Prasetya
Sumber: kabarpapua.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top