JAYAPURA — Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua memastikan ketersediaan uang layak edar senilai Rp20 miliar untuk mengawal jalannya Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026. Jumlah ini meningkat signifikan dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp14,8 miliar.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Papua Warsono mengatakan, kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada 4-10 Agustus 2026 ini merupakan hasil sinergi antara BI dan TNI Angkatan Laut. Adapun rute pelayaran akan menggunakan KRI Mata Bongsang-873 untuk mengunjungi Pulau Pai, Pulau Owi, Pulau Numfoor, Pulau Bepondi, dan Pulau Yapen.
Warsono menegaskan bahwa ERB memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar aktivitas distribusi uang. Program ini menjadi instrumen untuk memperkuat kedaulatan ekonomi nasional di wilayah yang berbatasan langsung dengan negara lain.
"Kehadiran rupiah hingga ke pulau-pulau terluar menjadi bagian dari upaya menjaga kelancaran transaksi ekonomi masyarakat sekaligus mempertegas kedaulatan Indonesia di wilayah perbatasan," ujarnya di Jayapura, Selasa.
Dalam pelaksanaannya, tim ERB tidak hanya melayani penukaran uang tidak layak edar dan distribusi uang baru. Masyarakat di lima pulau tersebut juga akan menerima edukasi melalui program Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah.
Program ini dirancang agar warga semakin memahami fungsi rupiah bukan hanya sebagai alat transaksi, tetapi juga sebagai simbol kedaulatan negara. Pendekatan edukasi ini dinilai penting untuk menjaga kecintaan masyarakat terhadap mata uang resmi Indonesia di tengah wilayah yang rawan peredaran uang asing.
Komandan Kodaerahal X Jayapura Mayjen TNI (Mar) Sugianto menyatakan komitmen penuh TNI Angkatan Laut dalam mendukung kelancaran program ini. Personel dan unsur kapal perang akan dikerahkan untuk memastikan distribusi rupiah mampu menjangkau seluruh wilayah NKRI, termasuk pulau-pulau terluar.
"Program ERB 2026 sebagai bagian dari komitmen BI dan TNI AL menjaga kedaulatan rupiah hingga beranda terdepan Indonesia," kata Sugianto.
Lima pulau yang menjadi sasaran ERB 2026 merupakan wilayah dengan keterbatasan akses transportasi dan layanan perbankan. Kehadiran petugas BI bersama TNI AL diharapkan mampu menekan kesenjangan layanan keuangan antara wilayah perkotaan dan kepulauan terpencil di Papua.