Prabowo Sebut Koruptor Program MBG Orang Biadab, Tegaskan Komitmen Lanjutkan Makan Bergizi Gratis

Penulis: Toni Haryadi  •  Jumat, 14 Agustus 2026 | 13:23:01 WIB
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (14/8/2026).

PAPUA — Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) meskipun program prioritas tersebut tengah menghadapi persoalan serius terkait dugaan penyelewengan di lapangan. Dalam pidato kenegaraannya, Kepala Negara menyampaikan kecaman keras terhadap pihak-pihak yang merusak program yang menyasar gizi anak Indonesia ini.

"Kita tidak boleh menerima 1 dari 4 anak Indonesia alami stunting. Kita tidak boleh terima itu. Dan oleh karena itu, saya bertekad teruskan program MBG tetapi dengan perbaikan, dengan efisiensi," ujar Prabowo dalam pidatonya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (14/8/2026).

Kecaman Terhadap Oknum yang Merugikan Program

Di hadapan para anggota MPR, DPR, dan DPD, Presiden menyampaikan kemarahannya secara eksplisit. Ia menyebut pelaku korupsi yang menyasar program makan bergizi untuk anak sekolah sebagai tindakan biadab dan tidak pantas mendapat penghormatan. Pernyataan ini menjadi sinyal keras bahwa pemerintah tidak akan mentoleransi gangguan terhadap program strategis nasional.

Sikap tegas tersebut juga menjadi peringatan bagi seluruh jajaran pengelola program di tingkat pusat maupun daerah. Presiden menekankan bahwa perbaikan dan efisiensi menjadi kata kunci dalam pelaksanaan MBG ke depan, memastikan setiap anggaran yang digelontorkan benar-benar sampai ke piring anak-anak Indonesia.

Fokus pada Perbaikan dan Efisiensi Pelaksanaan

Meski tengah diuji oleh kasus korupsi, pemerintah memastikan program MBG tidak akan berhenti. Prabowo justru menjadikan momen ini sebagai evaluasi besar-besaran. Perbaikan tata kelola dan efisiensi anggaran menjadi prioritas utama untuk memastikan target penurunan angka stunting nasional dapat tercapai.

Pernyataan Presiden ini sekaligus menjawab keraguan publik mengenai kelanjutan program andalan pemerintah tersebut. Dengan adanya arahan tegas dari kepala negara, diharapkan para pelaksana di lapangan dapat bekerja lebih transparan dan akuntabel, menjauhkan program dari praktik-praktik yang merugikan negara dan masyarakat.

Reporter: Toni Haryadi
Sumber: inews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top