PAPUA — Laga uji coba kontra Bhayangkara FC menjadi laboratorium taktik bagi PSIM Yogyakarta. Pelatih Jean Paul Van Gastel sengaja menerapkan skema berbeda karena lawan dari Liga 1 itu dinilai bermain di luar perkiraan tim pelatih.
"Menurut saya, kami bermain cukup bagus hari ini. Taktik diterapkan sedikit berbeda karena lawan bermain di luar perkiraan kami. Terutama dalam hal penguasaan bola, kami tampil sangat baik dan semangat tim untuk meraih hasil maksimal juga luar biasa," kata Van Gastel dikutip dari laman resmi PSIM, Minggu.
Pertemuan melawan Bhayangkara FC bukan sekadar pemanasan. Bagi Laskar Mataram, laga ini menjadi tolok ukur sejauh mana perkembangan taktik tim menghadapi lawan dengan kualitas berbeda.
Van Gastel menilai unsur taktis lebih dominan dalam uji coba ini dibandingkan dua laga sebelumnya yang lebih menguras fisik. Hal ini wajar mengingat Bhayangkara FC berkompetisi di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Pada musim lalu, kedua tim saling mengalahkan. PSIM menang 1-0 di kandang, namun takluk 1-2 pada pertemuan kedua.
Mantan asisten pelatih Giovanni van Bronckhorst ini juga memanfaatkan laga uji coba untuk mengukur kesiapan seluruh pemain. Komposisi menit bermain diatur sedemikian rupa demi menjaga kondisi fisik tetap prima.
"Kami membagi menit bermain para pemain menjadi 60 menit dan 30 menit. Keputusan ini berjalan baik karena bagi pemain mula (starter), waktu 60 menit sudah cukup untuk meminimalkan risiko cedera jika bermain lebih lama," jelas dia.
Menjelang kompetisi resmi, PSIM Yogyakarta telah mendatangkan tujuh pemain anyar. Mereka adalah Ahmad Agung, Alwi Fadilah, Marvin Loria, Adrian Purzycki, Mauro Caballero, Ondrej Rudzan, dan Adrian Dalmau.
Para rekrutan anyar ini dipastikan langsung diuji dalam laga pembuka Super League. PSIM dijadwalkan menjamu Persita Tangerang di Stadion Sultan Agung Bantul pada 5 September pukul 15.30 WIB.