JAYAPURA — Pdt. Stefanus Wenda menegaskan bahwa aparat keamanan harus mengutamakan penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap operasi di lapangan. Ia menyebut berbagai peristiwa kekerasan telah menimbulkan penderitaan berkepanjangan bagi umat, mulai dari warga sipil yang menjadi pengungsi internal hingga terbatasnya akses layanan pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.
"[Kami] menyarankan agar Presiden Prabowo Subianto segera evaluasi total aktivitas TNI/POLRI di seluruh Tanah Papua. Menolak pengerahan militer di seluruh Tanah Papua serta menyerukan penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan," kata Pdt. Stefanus Wenda kepada Jubi di Kota Jayapura, Provinsi Papua pada Selasa (4/8/2026).
Gereja Desak Dialog Damai dan Jaminan Akses Kemanusiaan
Dalam pernyataan resminya, PGBP tidak hanya menyuarakan penolakan terhadap operasi militer, tetapi juga mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk membuka ruang dialog yang jujur dan bermartabat. PGBP secara khusus mengajak komunitas internasional, Pemerintah RI, dan TPNPB-OPM untuk duduk bersama menyelesaikan konflik secara damai.
"Sebagai gereja Tuhan yang dipanggil menjadi terang dan garam dunia, PGBP di Tanah Papua berpandangan bahwa setiap manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah sehingga hak-hak asasinya harus dihormati dan dilindungi tanpa membedakan suku, ras, agama, maupun latar belakang," ujarnya.
Daerah Konflik: Nduga hingga Puncak Jaya Jadi Prioritas Pelayanan
PGBP menyoroti sejumlah wilayah yang selama ini menjadi titik panas konflik bersenjata, di antaranya Nduga, Intan Jaya, Maybrat, Yahukimo, Puncak, dan Puncak Jaya. Organisasi gereja ini meminta agar akses pelayanan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak di daerah-daerah tersebut dapat dijamin tanpa hambatan.
Layanan yang dimaksud mencakup kesehatan, pendidikan, bantuan sosial, hingga pendampingan pastoral bagi warga yang mengalami trauma berkepanjangan. PGBP menilai jaminan akses ini krusial untuk mencegah meluasnya dampak kemanusiaan di tengah konflik yang belum mereda.
Imbauan untuk Masyarakat Papua: Jaga Persaudaraan
Di tengah situasi yang mencekam, PGBP juga mengeluarkan imbauan khusus kepada masyarakat Papua agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Organisasi ini mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persaudaraan serta memelihara persatuan dan perdamaian di Tanah Papua.
"Gereja akan terus berdiri dan bersuara bersama umat dalam mewujudkan Tanah Papua yang damai, adil, aman, dan bermartabat," tegas Pdt. Stefanus Wenda.
PGBP menyampaikan belasungkawa dan solidaritas kepada seluruh korban konflik, baik warga sipil maupun aparat yang menjadi korban kekerasan di lapangan. Organisasi ini juga mengajak seluruh gereja anggota PGBP untuk meningkatkan pelayanan doa, pendampingan pastoral, rekonsiliasi, serta kepedulian nyata kepada masyarakat yang mengalami penderitaan.
"Semoga Tuhan memberikan hikmat kepada para pemimpin bangsa, menghiburkan seluruh korban, dan menghadirkan damai sejahtera bagi seluruh Tanah Papua," tutupnya.