Gubernur Papua Matius Derek Fakhiri menginstruksikan warga di seluruh kabupaten dan kota untuk menghentikan kebiasaan membakar lahan saat membuka kebun di tengah musim kemarau. Imbauan ini menyusul munculnya kabut asap yang mulai menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Biak Numfor, Selasa (25/8).
JAYAPURA — Kondisi cuaca panas yang melanda sejumlah wilayah Papua meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Gubernur Papua Matius Derek Fakhiri meminta masyarakat tidak menggunakan api untuk membersihkan lahan maupun membuka kebun selama musim kemarau berlangsung.
"Saat ini kondisi cuaca panas di sejumlah wilayah Papua berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan," katanya di Jayapura, Selasa (25/8).
Fenomena kabut asap yang menyelimuti sebagian wilayah Biak Numfor menjadi perhatian serius pemerintah provinsi. Kondisi tersebut dinilai sebagai dampak awal dari aktivitas pembakaran lahan yang terjadi di tengah musim kemarau.
Gubernur tidak hanya mengimbau masyarakat, tetapi juga menggerakkan aparatur daerah untuk melakukan pengawasan langsung. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua diminta berkoordinasi dengan BPBD kabupaten dan kota.
"Saya minta Kepala BPBD provinsi dan kabupaten setempat untuk mengecek dan melakukan imbauan-imbauan agar hal tersebut tidak terjadi," tegas Matius Derek Fakhiri.
Langkah ini diambil sebagai upaya deteksi dini terhadap potensi munculnya titik api. Suhu panas yang melanda sejumlah daerah membuat kewaspadaan terhadap kebakaran harus ditingkatkan.
Gubernur mengingatkan bahwa pencegahan karhutla bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Peran aktif masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga kelestarian lingkungan di Papua.
"Oleh sebab itu, jangan main bakar-bakar, ini berisiko pada kebakaran hutan. Dan ini berdampak juga nanti untuk iklim dan cuaca yang ada di Papua," ujarnya.
Alih-alih membakar, warga diminta memanfaatkan sisa vegetasi yang ada di lahan. Sisa tanaman tersebut bisa dibiarkan membusuk secara alami dan berubah menjadi humus yang menyuburkan tanah.
Kondisi cuaca di setiap wilayah Papua memang berbeda-beda. Namun, sejumlah daerah saat ini mengalami suhu yang cukup panas sehingga potensi kemunculan titik api perlu diwaspadai secara menyeluruh.