Film Nepal 'Elephants in the Fog' Terjual ke 10 Negara, Tayang di TIFF

Penulis: Sofyan Basri  •  Minggu, 13 September 2026 | 18:04:31 WIB
Film Nepal "Elephants in the Fog" tayang di Toronto International Film Festival (TIFF).

PAPUA — Kabar itu datang dari Best Friend Forever, perusahaan penjualan asal Brussels yang mengumumkan sederet kesepakatan baru saat film tersebut tayang di Toronto International Film Festival (TIFF). "Elephants in the Fog" sebelumnya mencuri perhatian lewat Jury Prize di Cannes Un Certain Regard.

Nepal juga telah mengonfirmasi film ini sebagai perwakilan resmi mereka di ajang Oscar untuk kategori international feature. Kombinasi capaian festival dan distribusi global menempatkannya sebagai salah satu judul Asia yang paling diperhitungkan musim penghargaan tahun ini.

Daftar Negara yang Menayangkan

Best Friend Forever merinci 10 kesepakatan baru yang tersebar di empat benua. Untuk Inggris, film ini dipercayakan kepada MetFilm Distribution, sementara Spanyol dipegang Filmin.

Vedette menangani wilayah Benelux, Trigon untuk Swiss, dan Lev Cinema di Israel. Jayantii mengambil pasar Australia, EFAR Films untuk India, PT Falcon untuk Indonesia, dan Film Development Council of the Philippines untuk Filipina.

Satu kesepakatan tambahan dengan Silk Route melengkapi daftar tersebut untuk penayangan di penerbangan. Sebelumnya, film ini sudah lebih dulu masuk ke Prancis lewat Arizona Distribution dan Les Valseurs Distribution, Jerman serta Austria melalui missingFILMs, Brasil bersama Imovision, dan The Tea Folks Films untuk distribusi lokal Nepal.

Kesepakatan untuk kawasan Amerika Latin disebut tinggal menunggu waktu, sementara hak distribusi Amerika Utara masih dalam tahap negosiasi lanjut.

Sinopsis dan Isu yang Diangkat

"Elephants in the Fog" mengikuti Pirati, seorang matriark dari komunitas Kinnar di desa hutan Nepal. Ia menyelidiki hilangnya salah satu putrinya saat menjalani patroli malam untuk mengusir gajah liar yang masuk ke permukiman.

Cerita ini menyentuh isu konservasi, kehidupan komunitas marginal, dan ketegangan antara manusia dan satwa liar di kawasan pedesaan Nepal. Pendekatan naratifnya yang khas membuat film ini mendapat pujian kritikus sejak pemutaran perdananya di Cannes.

Nominasi Asia Pacific Screen Awards

Selain torehan di Cannes dan TIFF, "Elephants in the Fog" memimpin nominasi Asia Pacific Screen Awards (APSA). Film ini masuk dalam tiga kategori bergengsi sekaligus: best film, best director, dan best performance.

Pencapaian itu menegaskan posisi Abinash Bikram Shah sebagai salah satu sutradara Asia yang layak diperhitungkan di panggung internasional. Sebelumnya, ia menyutradarai film pendek "Lori" yang meraih Special Mention di Cannes Short Film Competition 2022.

Siapa di Balik Produksi

Film ini diproduksi oleh Underground Talkies Nepal, Les Valseurs, dan Die Gesellschaft DGS. Sejumlah rumah produksi ikut sebagai co-producer, termasuk Enquadramento Produções, Bubbles Project, Zischlermann Filmproduktion, Storm Films, Jayantii Creations, serta ZDF/Das kleine Fernsehspiel dan ZDF/ARTE.

Best Friend Forever sendiri didirikan di Cannes pada 2019 sebagai saudara Indie Sales yang berbasis di Paris. Perusahaan ini dikelola Martin Gondre, Charles Bin, dan salah satu pendiri Indie Sales, Nicolas Eschbach.

Di TIFF tahun ini, Best Friend Forever juga membawa sejumlah judul lain seperti "Vintage Violence" karya Eugene Kotlyarenko dan "Half" dari Samjad untuk program Midnight Madness. Ada pula animasi dewasa Prancis "Blaise" yang menyabet best film di Annecy Contrechamp dan Fantasia, serta "Nina Roza" karya Geneviève Dulude-De Celles yang menjadi perwakilan Kanada di Oscar.

Masuknya "Elephants in the Fog" ke Indonesia lewat PT Falcon memberi penonton lokal kesempatan menyaksikan salah satu film Asia yang paling banyak dibicarakan di sirkuit festival tahun ini.

Reporter: Sofyan Basri
Sumber: variety.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top