6 Cara Cermat Baca Label Makanan Sebelum Belanja

Penulis: Sofyan Basri  •  Sabtu, 19 September 2026 | 15:49:31 WIB

PAPUA — Membaca label kemasan sering dilewati karena dianggap rumit dan penuh istilah asing. Padahal, informasi di balik kemasan bisa menentukan seberapa besar gula, natrium, dan lemak yang masuk ke tubuh. Berikut panduan praktis yang bisa kamu terapkan saat belanja berikutnya.

Banyak orang membeli makanan hanya karena tampilan depan kemasan terlihat sehat atau ada klaim "tinggi serat". Padahal, informasi paling penting justru tercetak di bagian belakang kemasan yang jarang dibaca. Label pangan olahan memuat nama produk, daftar bahan, berat bersih, Informasi Nilai Gizi, keterangan alergen, tanggal kedaluwarsa, cara penyimpanan, hingga nomor izin edar.

1. Cek Takaran Saji dan Jumlah Sajian

Angka di Informasi Nilai Gizi selalu dihitung per sajian, bukan per bungkus. Kalau satu bungkus biskuit mencantumkan takaran saji 30 gram dengan 3 sajian per kemasan dan energi 150 kkal per sajian, maka menghabiskan seluruh bungkus berarti kamu mengonsumsi sekitar 450 kkal. Jangan langsung melihat angka kalori tanpa mengecek jumlah sajiannya.

2. Pahami Isi Informasi Nilai Gizi

Di tabel ini kamu bisa menemukan energi, lemak total, lemak jenuh, protein, karbohidrat total, gula total, dan natrium. Tidak perlu menganggap satu angka sebagai penentu mutlak. Bacalah beberapa informasi tersebut secara bersamaan, lalu sesuaikan dengan kebutuhan harianmu.

3. Jangan Lewatkan Gula dan Natrium

Dua kandungan ini layak mendapat perhatian khusus, terutama saat membandingkan produk sejenis. Jangan mengandalkan rasa untuk memperkirakan kandungan natrium, karena makanan yang tidak terasa asin tetap bisa mengandung natrium tinggi. Begitu pula gula: jangan hanya mencari kata "gula" di daftar bahan, tapi lihat juga angka gula total pada tabel gizi.

4. Baca Daftar Bahan dari Awal sampai Akhir

Daftar bahan dicantumkan berdasarkan urutan jumlah penggunaannya, dari yang paling banyak ke paling sedikit. Bagian ini sering dilewati karena tulisannya kecil dan panjang. Kalau kamu ingin tahu bahan dominan dalam suatu produk, baca daftar tersebut secara berurutan, bukan hanya mencari satu bahan tertentu.

5. Jangan Terpaku pada Klaim di Depan Kemasan

Tulisan seperti "tinggi serat", "rendah lemak", atau "tanpa tambahan gula" sebaiknya dianggap sebagai informasi awal saja. Klaim pada label pangan olahan memang punya ketentuan tersendiri, tapi tetap perlu diverifikasi. Produk dengan keterangan "tanpa tambahan gula" tidak otomatis bebas gula, jadi cek kandungan gula total dan bahan yang digunakan.

6. Perhatikan Persen AKG

Kolom % AKG atau Angka Kecukupan Gizi menunjukkan seberapa besar kontribusi satu sajian terhadap kebutuhan harianmu. Informasi ini membantu kamu menilai apakah produk tersebut sudah memenuhi sebagian besar kebutuhan gizi atau justru menyumbang natrium dan gula berlebih dalam sehari.

Membaca label makanan tidak berarti harus menghitung setiap angka yang tercantum. Yang lebih penting, kamu tahu informasi mana yang perlu diperhatikan dan bagaimana membacanya secara utuh. Dengan begitu, pilihan makanan tidak lagi hanya berdasarkan gambar atau klaim yang terpampang besar di kemasan.

Reporter: Sofyan Basri
Sumber: hipwee.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top