PAPUA — Gelandang Chelsea Lexi Potter resmi menerima panggilan pertamanya ke timnas senior Inggris untuk laga kualifikasi Piala Dunia. Pemain 20 tahun itu dianggap sebagai penerus Keira Walsh setelah tampil impresif di awal musim Women's Super League.
Nama Lexi Potter mencuri perhatian saat pelatih Sarina Wiegman mengumumkan skuad Inggris untuk pertandingan kualifikasi Piala Dunia. Statusnya sebagai satu-satunya pemain tanpa caps di daftar tersebut langsung memicu pertanyaan soal alasan di balik pemanggilan itu.
Potter bukan nama asing di akademi Chelsea. Ia menembus tim utama musim lalu dan mencetak gol kemenangan pada start pertamanya di WSL melawan Brighton. Sebelumnya, ia menghabiskan dua tahun masa peminjaman di Crystal Palace untuk mengumpulkan menit bermain dan sudah mencatat 20 penampilan bersama klub London selatan itu.
Laga derby London melawan Arsenal menjadi panggung yang membuat Potter diperhitungkan. Ia membantu Chelsea menang 1-0 dan mencatat clean sheet liga ketiga berturut-turut, tampil tenang di antara para pemain bintang.
Manajer Chelsea Sonia Bompastor mengaku puas dengan perkembangan Potter. Ia menilai sang pemain mampu membuktikan diri di laga besar.
"Saya sangat senang dengan Lexi musim lalu, meski mungkin dia tidak mendapat banyak kesempatan seperti musim ini. Untuk usianya, bisa konsisten dan tampil seperti yang dia tunjukkan, itu luar biasa," kata Bompastor.
Bompastor juga menyoroti dampak Potter terhadap permainan Walsh. Menurutnya, kehadiran Potter memberi Walsh kebebasan lebih untuk maju ke depan.
Data WSL musim ini menunjukkan Potter bukan sekadar pelengkap. Ia mencatat akurasi umpan 93 persen, berada di peringkat ketiga terbaik di Chelsea. Ia juga menempati posisi keempat di timnya untuk tekel dan intersepsi.
Kombinasi itu membuatnya dipercaya mendampingi Walsh di tiga dari empat laga WSL Chelsea musim ini. Duet keduanya dianggap mulai menemukan chemistry yang dibutuhkan lini tengah The Blues.
Mantan striker timnas Inggris Ellen White menyebut Potter sebagai pemain istimewa. Ia menilai Potter punya kualitas yang jarang ditemui di usianya.
"Chelsea sudah mengeluarkan banyak uang untuk pemain di tim itu, tapi dia merebut kesempatannya. Sepertinya dia benar-benar belajar dari Keira Walsh dan pemain di sekitarnya. Dia tumbuh dari pertandingan ke pertandingan dan punya fisik yang bagus," ujar White kepada podcast Women's Football Weekly.
White juga mengingat satu momen di laga melawan Arsenal ketika Potter dikepung tiga pemain namun tetap bisa melepaskan umpan ke Ellie Carpenter. Menurutnya, hal itu menunjukkan kualitas istimewa di usia muda.
Bek Chelsea Lucy Bronze melontarkan pandangan senada. Ia melihat Potter sedang berkembang mengikuti jejak Walsh.
"Punya pemain seperti Keira untuk dijadikan panutan dan tempat belajar, Anda bisa lihat di setiap pertandingan mereka berkembang menjadi pemain yang sama. Jika Inggris punya Keira Walsh berikutnya, posisi kami sangat bagus," kata Bronze kepada BBC Radio 5 Live.
Inggris akan menjalani dua laga melawan Yunani pada Oktober dalam upaya memastikan tiket ke Piala Dunia Wanita tahun depan di Brasil. Potter akan bergabung dengan skuad untuk pertama kalinya pekan ini.
Bompastor sempat bercanda bahwa ia berharap Potter bisa membela Prancis, tanda betapa besar kepercayaannya pada sang pemain. Kini Wiegman punya opsi baru di posisi gelandang bertahan yang selama ini identik dengan nama Walsh.
Bagi Potter, pemanggilan ini adalah langkah pertama. Pertanyaannya tinggal seberapa cepat ia bisa mengubah status dari pemain tanpa caps menjadi bagian tetap lini tengah Inggris.